JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
The Diving Horses (Foto: Amusingplanet.com)
Dream - Sudah setengah abad lamanya Atlantic City, sebuah kota di New Jersey, Amerika Serikat menjadi pusat pertunjukan atraksi yang menakjubkan. Salah satunya pertunjukan lomba selam yang melibatkan hewan kuda.
Pertunjukan yang dikenal dengan sebutan 'The Diving Horses' itu menampilkan seorang wanita penunggang kuda yang terjun bersama kudanya dari ketinggian 40 kaki menuju kolam di Pelabuhan Steel, Atlantic City.

Olahraga yang terbilang aneh itu pertama kali dicetuskan oleh William Frank Carver, seorang penembak jitu Texas abad 19. Ia terinspirasi untuk mengadakan pertunjukan akibat kecelakaan yang dialaminya. Bersama sang kuda, ia terjatuh ke dalam Sungai Platte di Nebraska ketika jembatan yang mereka naiki runtuh.
Setelah itu, ia dan anak lelakinya melatih para kuda agar dapat menyelam dari atas ketinggian. Sementara sang putri, Lorena diketahui menjadi atlet kuda penyelam untuk yang pertama kalinya.

Setelah kematian William pada tahun 1972, The Diving Horses dilanjutkan oleh sang putra, Al. Belum ada peserta yang menjadi korban jiwa dari pertunjukan aneh ini. Beberapa peserta kerap kali mengalami memar atau patah tulang. Hanya saja, sebuah kecelakaan di tahun 1923 tercatat menjadi yang paling parah.
Sonora Webster, salah satu peserta terbaik jatuh ke dalam kolam akibat kuda yang dinaikinya tergelincir. Saat itu, Sonora tidak sempat menutup matanya ketika wajahnya menghempas ke permukaan air. Akibatnya, kedua retina matanya rusak hingga menjadi buta. Walaupun begitu, wanita tersebut tetap melanjutkan aksinya selama 11 tahun.

(Foto: Rick Lippincott/Flickr)
The Diving Horses terus berlanjut hingga tahun 1978. Saat itu, pertunjukan kerap kali mendapat kritik keras dari kelompok pembela hewan hingga pada akhirnya terpaksa diberhentikan.
Lalu di tahun 1994, organisasi milik Donald Trump yang kini menguasai Pelabuhan Steel kembali membuka pertunjukan itu dengan menambahkan hewan lain seperti keledai dan kuda poni. Lagi-lagi, pertunjukan tersebut kembali mengundang protes hingga pada akhirnya ditutup sampai sekarang.

(Sumber: amusingplanet.com/Annisa Mutiara Asharini)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun