6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Basilica Cistern, Turki (Foto: Clint/Flickr)
Dream - Ratusan tangki air bawah tanah dibangun selama kekuasaan Kekaisaran Istanbul Constantinople. Tangki-tangki ini dibangun di bawah jalan-jalan dan rumah penduduk setempat sebagai wadah penyimpanan air.
Salah satu yang terbesar dan termegah di antaranya adalah Basilica Cistern, karena letaknya berada di bawah Stoa Basilica, sebuah taman umum yang besar di Bizantium.
Tangki air dibangun dengan struktur mengesankan yang terdiri dari tiga ratus lebih kubah berkolom pada atapnya sehingga terlihat seperti sebuah istana. Kemudian pada saat ini dijuluki sebagai 'Istana Sunken'.
Kaisar Justinian I memerintahkan pembangunan tangki ini dimulai pada tahun 532, sebagai tempat untuk memenuhi kebutuhan air istana dan bangunan-bangunan yang ada di dekatnya. Tangki dibangun sepanjang 150 meter dengan lebar 70 meter dan mampu menampung kapasitas air hingga 100.000 ton.
Sedangkan langit-langit tangki dibangun menggunakan 336 kolom marmer. Tapi saat ini telah banyak kolom marmer yang diselamatkan dari keruntuhan dan dipindahkan ke Istana Kaisar Constantinople. Bahkan ada pula sebagian yang dimanfaatkan dalam pembangunan Hagia Sophia.
Sedangkan bagian yang paling mencolok adalah dua kepala raksasa yang dibangun menyerupai mitos raksasa Medusa. Kepala Medusa digunakan sebagai penyangga di bawah dua kolom di sisi barat tangki. Kemudian yang satunya lagi diletakkan dalam posisi terbalik dan miring ke samping.
Tapi nyatanya, posisi terbalik ini malah memancing ketertarikan pengunjung. Mereka menduga ada kisah misteri di balik penempatan kepala Medusa, seperti melawan pandangan yang mematikan.
Setelah Istanbul ditaklukkan Ottoman pada tahun 1453, Kesultanan Utsmaniyah mendirikan fasilitas air mereka sendiri di kota karena mereka lebih suka air mengalir ke air yang tenang.
Tangki akhirnya ditutup dan dilupakan. Hampir satu abad kemudian, ketika sarjana Belanda Petrus Gyllius masih di Constantinople meneliti Bizantium antiquities, ia mendengar cerita tentang bagaimana warga di dekat Hagia Sophia dapat memperoleh air dengan menurunkan ember ke lubang-lubang di ruang bawah tanah mereka.
Kadang-kadang mereka bahkan menangkap ikan. Gyllius memutuskan untuk menyelidiki dan akhirnya berhasil mengakses tangki melalui ruang bawah tanah rumah di daerah itu.
Kemudian pada tahun 1985, dilakukan pengangkatan 50.000 ton lumpur dari tangki dan dibangun platform yang lebih tinggi. Lalu bangunan tangki ini dibuka untuk umum pada tahun 1987.
(Ism, Sumber: Amusingplanet.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
