7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Pekerjaan tak akan habisnya menyita perhatian kita. Apalagi kini akses pekerjaan bisa dilakukan di mana pun. Perhatian ayah dan ibu kerap terlalu fokus dengan pekarjaan dan sering lupa untuk menghabiskan waktu berkualitas bersama anak.
Meski hanya ada sedikit waktu, usahakan untuk membuatnya jadi waktu yang berkualitas. Anak juga pasti rindu orangtuanya di antara jadwal sekolah dan aktivitasnya sehari-hari.
Untuk menjaga ikatan dengan buah hati, coba lakukan 4 langkah ini, seperti dikutip dari Fimela.com.
1.Membuat rutinitas
Buat jadwal kegiatan khusus dengan anak, entah itu harian ataupun saat akhir pekan. Akan lebih baik jika bisa menghabiskan akhir pekan secara khusus untuk anak tanpa gangguan kepentingan lain. Jika pulang tidak larut malam, bisa berbicara santai dengan anak atau membacakan cerita sebelum ia tidur.
2. Menggabungkan aktivitas
Aktivitas yang kira-kira bisa dijadikan satu seperti misalnya mengantarkan ke sekolah ternyata satu arah dengan berangkat ke kantor. Ada meeting di restoran, sekaligus ajak makan anak. Jika sekiranya ada aktivitas yang bisa digabungkan dengan membawa serta si kecil, lebih baik lakukan.
3. Atur beban pekerjaan
Pekerjaan di sini bukan hanya dari kantor, tapi juga dari pekerjaan rumah. Selalu sisihkan 1-2 jam bersama anak setelah pulang kerja atau menemaninya belajar. Akan lebih baik menolak pekerjaan di akhir pekan dan punya kesempatan bersama anak dibanding gaji super besar namun tak pernah bertemu anak.
4. Kurangi kegiatan tak perlu
Buat skala prioritas, dan tempatkan anak di urutan teratas. Sebisa mungkin menggunakan waktu dengan efisien dengan mengesampingkan kegiatan-kegiatan yang tak perlu.
Anak tetap butuh perhatian, meski Anda tahu anak mengerti dengan kesibukan pekerjaan.
Laporan Febi Anindya Kirana/ Sumber: Fimela.com
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?