Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Foto: Shutterstock
Dream - Berbagai upaya terus dilakukan oleh pemerintah guna memulihkan sektor pariwisatan dan ekonomi kreatif. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan mengembangkan wisata bahari bertaraf internasional di Indonesia.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno menyatakan akan menjalin kolaborasi dengan kementerian, lembaga dan stakeholder terkait untuk menjalankan misi tersebut.
" Wisata bahari sangat bersinggungan dengan Kementerian Perhubungan, Kementerian ESDM, dan Pemda. Nanti akan kita permudah mekanismenya, karena pemerintah harus berkolaborasi dengan kementerian/lembaga terkait," ujar Sandiaga dilansir dari laman resmi Kemenparekraf.
Dalam agenda tersebut hadir pula Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Wamenparekraf) Angela Tanoesoedibjo, Deputi Bidang Industri dan Investasi Kemenparekraf/Baparekraf Fadjar Hutomo, Direktur Akses Pembiayaan Kemenparekraf Hanifah Makarim dan Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Rosan P. Roeslani.

Seluruh aspek dari sejumlah daerah wisata potensial seperti Labuan Bajo, Bintan, Belitung dan Jakarta dipastikan harus dikemas dengan baik. Hal tersebut merupakan upaya untuk meningkatkan kualitas wisata bahari dan juga menciptakan lapangan kerja.
Terkait wisata bahari, pembangunan infrastruktur pelabuhan juga perlu mendapat perhatian. Ketua Kadin Indonesia Rosan Perkasa Roeslani, menuturkan minimnya dermaga kapal bertaraf internasional di Indonesia. Hal ini membuat minimnya wisatawan mancanegara yang menggunakan kapal mewah atau yacht untuk berwisata di Indonesia.
" Biasanya wisman parkir kapalnya ataupun sewa kapal di Thailand karena infrastrukturnya lebih baik. Untuk itu, Labuan Bajo, Bali, dan Bintan harus digarap, karena itu semua merupakan jalur pelayaran kapal,” jelas Rosan.
Dermaga yang baik dan berkualitas diharapkan dapat membuat banyak wisatawan singgah dan berbelanja di berbagai destinasi wisata Indonesia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya