Langkah Tepat Lindungi Kulit dari Paparan Sinar UV
6 Suplemen yang Mulai Perlu Diperhatikan Saat Memasuki Usia 40-an
Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya
Air Dingin atau Suhu Ruang, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?
5 Buah yang Bisa Bantu Atasi Lemas dan Tambah Energi, Pisang Salah Satunya
Laut Naik 56 Cm pada 2100, 770 Juta Orang Terancam: Bukan Cuma Pantai yang Bisa Hilang
Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil
Tak Perlu Trial and Error Pilih Susu Formula Anak, Cukup Scan & Check AceKid Sumber Susunya Transparan
Ilustrasi (gbtimes.com)
Dream - Disebabkan kenyamanan dan kemudahan, muslim yang masih bujang yang tinggal di Eropa dan Amerika Serikat kini mengandalkan layanan perjodohan online untuk mencari pasangan.
Dilaporkan BBC, Kamis 11 Desember 2014, Adeem Younis merupakan pendiri situs perjodohan Single Muslim dengan lebih dari satu juta anggota. Younis mendirikan layanan untuk membantu muslim yang masih bujang, dalam menghindari perjodohan yang sudah diatur keluarga.
Dan juga sebagai alternatif lebih santai dari layanan kencan sekuler. " Dalam Islam, perkawinan adalah bagian dari ibadah," katanya. " Islam mengajarkan kita bahwa perkawinan landasan masyarakat secara keseluruhan."
Salah satu anggota Single Muslim mengaku, melakukan pertemuan secara online adalah cara untuk menghindari tempat-tempat sosial tertentu, yang dilarang dalam Islam.
" Tidak ada yang ruang lingkup untuk bertemu orang-orang. Muslim yang taat tidak pergi ke pub atau melakukan clubbing. Dalam budaya Barat hal itu OK saja, tapi dalam budaya Muslim itu tidak disukai. Jadi ada sedikit jalan, selain dari kontak keluarga, agar perjodohan terjadi," jelasnya.
Namun, di luar Dunia Barat, sebagian besar budaya muslim cenderung tidak setuju bertemu jodoh melalui internet.
Keluarga yang taat lebih suka anak-anak mereka bertemu jodoh dengan cara tradisional, yaitu melalui pertemuan keluarga.
Menurut mereka, kata Riad, seorang Tunisia yang bertemu istrinya secara online, bertemu jodoh secara online tidak alami dan bisa menimbulkan fitnah.
Dan beberapa mengatakan, meskipun terus mendapat tekanan dari keluarga untuk menikah, muslim bujang yang umurnya lebih tua menganggap perjodohan online bukan pilihan akhir.
Najma Khan, 38 tahun, mengatakanbanyak orang-orang yang menggunakan situs perjodohan untuk main-main
" Setiap kali saya bertanya [secara online] untuk bertemu, orang-orang tersebut tiba-tiba tidak ada," katanya kepada Asian Image, situs perjodohan untuk orang-orang Asia di Inggris.
" Saya langsung 'nembak' mereka apakah benar-benar masih bujang. Mereka banyak yang mengaku sudah menikah dan hanya ingin sedikit bersenang-senang di situs," tambahnya. (Ism)
Advertisement

Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas

Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan

Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan

Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih


6 Suplemen yang Mulai Perlu Diperhatikan Saat Memasuki Usia 40-an

Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya