Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream – Mahasiswa yang bernama Giada Collalto itu berada di Spanyol sejak 1 Februari dan diperkirakan berada disana hingga akhir Juni. Untuk belajar Bahasa Bilbao. Namun sejak wabah covid-19 menyerang, seluruh kegiatannya pun dibatalkan.
Sebagian besar teman-temannya memilih untuk kembali ke Italia. Namun Collalto bersama beberapa teman lainnya, memutuskan untuk tetap tinggal di Spanyol untuk melihat keadaan lebih lanjut.
Namun, keadaannya justru semakin memburuk. Collalto pun terjebak di Spanyol. Ia berusaha untuk menelpon kedutaan Italia dan mencoba untuk membeli tiket pesawat. Namun usahanya sia-sia. Karena adanya penutupan bandara sejak 8 April.
" Saya putus asa dan marah. Orang tua saya khawatir tetapi tidak bisa melakukan apa pun untuk membantu saya," katanya. " Saya menelepon kedutaan dan mereka mengatakan kepada saya untuk mengirim email. Semua hotel di Madrid ditutup, tidak ada angkutan umum untuk kembali ke Bilbao."
© Ilustrasi (Shutterstock)
Saat itulah Kepa Amantegi, seorang sopir taksi yang mendengar tentang berita Collalto berniat untuk membantunya. Amantegi kemudian menawari Collalto tempat tinggal bersama keluarganya. Dan akan mengantarnya ke Italia keesokan harinya. Bahkan tanpa dipungut biaya sepeserpun.
" Kami menelepon pihak berwenang setempat. Saya diizinkan karena saya bepergian sebagai seorang sopir taksi,” ucap Amantegi yang berusia sama dengan Collalto.
© Ilustrasi (Shutterstock)
Tanggal 10 April, mereka pun berangkat ke Italia. Menempuh perjalanan selama 12 jam.
Atas kebaikan dan kedermawanan Amantegi, Collalto mengajaknya untuk menghabiskan malam bersama dan menyuguhkannya dengan berbagai makanan lezat ala Italia.
" Itu adalah sesuatu yang tidak akan pernah saya lupakan. Saya benar-benar orang asing bagi pemuda ini," kata Collalto " Pandemi ini juga dapat menunjukkan bagian terbaik dari orang."
(Sumber: travelandleisure.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya