Studi: 3,5 Juta Warga Dunia Diperkirakan Meninggal Akibat Covid-19, Indonesia?

Reporter : Syahid Latif
Sabtu, 6 Februari 2021 18:45
Studi: 3,5 Juta Warga Dunia Diperkirakan Meninggal Akibat Covid-19, Indonesia?
Data ini dibuat Institute for Health Metric and Evaluation (IHME) yang berada di bawah naungan Fakultas Kedokteran University of Washington.

Dream - Sebuah prediksi mencemaskan perkembangan wabah Covid-19 di seluruh dunia dikeluarkan Institute for Health Metric and Evaluation (IHME) di Fakultas Kedokteran University of Washington.

Dalam studinya, pandemik Covid-19 diperkirakan akan menelan korban jiwa meninggal sebanyak lebih dari 3,5 juta jiwa di seluruh dunia pada 1 Juni 2021.

Kasus kematian terbanyak diperkirakan akan dihadapi Amerika Serikat dengan pasien meninggal ditaksir mencapai 631 ribu. Beruntung tingkat penggunaan masker hingga 95 persen di Negeri Paman Sam itu dapat menyelamatkan 44 ribu jiwa antara saat ini sampai awal Juni 2021 itu.

" Banyak pihak yang mengkhawatirkan penyebaran varian baru Covid-19, dan kekebalan kawanan (herd immunity) yang diperlukan untuk mengakhiri pandemi, mungkin sulit, bahkan mustahil, tercapai," kata Dr. Christopher Murray, Direktur Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME) dalam keterangan tertulisnya.

IHME adalah lembaga kesehatan global yang bersifat independen dan berada dalam naungan Fakultas Kedokteran University of Washington. IHME menyediakan pengukuran yang cermat dan dapat diperbandingkan tentang berbagai masalah kesehatan yang paling mendesak di dunia.

Menurut Murray, masyarakat bisa saja mengendalikan Covid-19 jika kita terus berfokus pada strategi yang dapat mengurangi penularan, Strategi yang dimaksudkan adalah protokol 3M yang selama ini diterapkan Indonesia seperti menghindari kerumunan, memakai masker, dan beberapa tindakan lain

" Sambil berupaya untuk memvaksinasi sebanyak-banyaknya warga," ujarnya.

 

1 dari 2 halaman

Seluruh Dunia Akan Hadapi Masalah Ketersediaan ICU

Murray mengatakan varian baru Covid-19 menunjukkan bagaimana efektivitas vaksin dan kekuatan kekebalan alami yang diperoleh dari infeksi sebelumnya," jelas Murray.

Selama ini IHME mengklaim terus memantau hasil uji klinis sebab sejumlah temuan baru bisa berdampak signifikan terhadap tren pandemi.

" Infeksi yang sempat dialami mungkin tidak efektif dalam menangkal penularan varian baru Covid-19. Namun, kami menemukan indikasi yang nyata bahwa vaksin masih mampu mencegah setengah hingga dua pertiga kasus infeksi yang parah dan kematian akibat varian tersebut," ujar Murray.

Dalam proyeksi, diperkirakan di awal pertengahan 2021 ini, kapasitas instalasi gawat darurat di 110 negara akan berhadapan dengan beban besar atau beban ekstrem yang ditimbulkan Covid-19. Jika orang yang telah divaksinasi beralih ke tingkat mobilitas normal, 17 negara bagian di AS dan 13 negara di Eropa akan mengalami peningkatan kasus kematian harian pada April dan Mei.

2 dari 2 halaman

Ini Proyeksi Indonesia

Proyeksi IHME tersebut disusun berdasarkan model epidemiologis yang mencakup data kasus, kematian, dan prevalensi antibodi, serta tingkat pengetesan Covid-19 di lokasi tertentu, pelaksanaan vaksinasi, mobilitas, kebijakan pembatasan jarak sosial, penggunaan masker, kepadatan penduduk, struktur usia, dan siklus pneumonia. Seluruh faktor ini menunjukkan korelasi yang kuat dengan tren Covid-19.

Update Corona 11 Desember: Tambah 6.388 Kasus, Jabar & Jateng Lampaui Jakarta© MEN

Merujuk proyeksi yang dibuat IHME, Covid19.healthdata.org, angka kasus meninggal dunia pasien Covid-19 di Indonesia hingga 1 Juni 2021 diperkirakan mencapai 79.847 kasus. Sementara skenario terburuknya adalah akan terjadi kasus kematian sebanyak 85.371 pasien meningggal dunia.

Namun jika masyarakat Indonesia patuh menggunakan masker saat beraktivitas di laur rumah, IHME memperkirakan kasus kematian akibat Covid-19 bisa ditekan menjadi 63.615 kasus.

Beri Komentar