Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane
Suara-Suara di DPR Soal Ijazah Gibran
Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series
Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu
7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya
Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya
Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026
3 Suplemen yang Diam-Diam Bisa Mengganggu Tidur, Salah Satunya Sering Dikonsumsi
Anak Minum Susu (Ilustrasi/freepik.com/jcomp)
DREAM.CO.ID - Untuk memastikan kebutuhan gizi anak tercukupi, pemberian susu pertumbuhan dapat menjadi salah satu pilihan. Sebab jika asupan gizi anak tepat, maka tumbuh kembang anak akan optimal.
Dokter Spesialis Anak RSU Andhika, Efrianty, mengatakan, dalam memilih susu pertumbuhan untuk anak, orang tua perlu memperhatikan kandungan nutrisinya.
Ia menyarankan agar susu yang diberikan sudah diperkaya zat besi dan vitamin C karena keduanya berperan besar dalam mencegah anemia defisiensi besi.
“ Pilih susu pertumbuhan yang diperkaya zat besi dan vitamin C, karena vitamin C membantu penyerapan zat besi. Jadi keduanya saling melengkapi,” ungkap Efrianty dalam siaran pers, dikutip Kamis, 11 September 2025.
Meski demikian, konsumsi susu pertumbuhan oleh anak tidak boleh bersamaan dengan makanan utama yang kaya zat besi. Kandungan kalsium dalam susu dapat mengikat zat besi sehingga membuat penyerapannya menjadi tidak optimal.
“ Kalau bersamaan, ibu sudah kasih zat besi, tetap saja anak bisa mengalami defisiensi karena zat besinya tidak dapat terserap,” jelasnya.
Jadwal pemberian susu pertumbuhan sebaiknya diatur dengan jeda minimal dua jam setelah makan utama. Pola ini akan membantu tubuh anak menyerap zat besi dengan lebih baik sekaligus memastikan kebutuhan gizinya tetap seimbang.
Ahli Gizi RSU Andhika, Nur Reeza Rizkyana, menyebutkan bahwa susu pertumbuhan diformulasikan untuk melengkapi nutrisi yang tidak selalu terpenuhi dari makanan sehari-hari.

“ Jadi memang untuk peran susu pertumbuhan sendiri dalam fase MPASI adalah sebagai pelengkap nutrisi yang tidak didapatkan dari makanan sehari-hari,” ujar Rizkyana.
Ia menjelaskan, dalam satu gelas susu pertumbuhan umumnya terkandung berbagai vitamin dan mineral penting seperti zat besi, zinc, vitamin A, D, B12, dan asam folat. Nutrisi ini berperan penting dalam mendukung pertumbuhan anak serta menjaga daya tahan tubuhnya.
“ Negara kita cukup ketat terkait regulasi produk susu. Sebelum susu diluncurkan, penelitiannya bisa belasan hingga puluhan tahun, sehingga aman diberikan sesuai kebutuhan anak,” ungkap Rizkyana.
Advertisement
Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane

Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?

Menilik 5 Green Movement Seru di Synchronize Festival

Deal Lepas 10,08 Miliar, Low Tuck Kwong Tambah Porsi Lego Saham Bayan Resources ke Jhonlin Baratama

IHSG Dibuka Menguat, Investor Pantau Laporan Cadev RI


Kenapa Pekerjaan Baru di Usia 30-an Bisa Membuat Kita Merasa Bodoh Lagi?

Setir Mobil Tiba-Tiba Berat Diputar? Ini 4 Penyebab dan Cara Mengeceknya


Pepaya vs Mangga, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah dan Pencernaan?

Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane


Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series