Langkah Tepat Lindungi Kulit dari Paparan Sinar UV
6 Suplemen yang Mulai Perlu Diperhatikan Saat Memasuki Usia 40-an
Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya
Air Dingin atau Suhu Ruang, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?
5 Buah yang Bisa Bantu Atasi Lemas dan Tambah Energi, Pisang Salah Satunya
Laut Naik 56 Cm pada 2100, 770 Juta Orang Terancam: Bukan Cuma Pantai yang Bisa Hilang
Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil
Tak Perlu Trial and Error Pilih Susu Formula Anak, Cukup Scan & Check AceKid Sumber Susunya Transparan
Minum Susu/ Foto: Shutterstock
Dream - Alergi susu sapi jadi kasus alergi makanan yang banyak ditemukan. Susu sapi termasuk jadi penyebab alergi nomor dua terbesar di Asia setelah telur. Seperti kita tahu, susu merupakan sumber protein dan zat besi yang sangat kaya.
Anak dengan alergi susu sapi cenderung memiliki risiko kekurangan zat besi yang lebih tinggi. Menurut dr. Budi Setiabudiawan, Spesialis Alergi dan Imunologi Anak, alergi susu sapi merupakan respons sistem imun yang tidak normal serta berlebihan pada seseorang.
Keadaan ini dikenal sebagai hipersensitivitas terhadap protein susu sapi yang benenrnya tidak berbahaya bagi orang lain. Alergi terhadap susu sapi ternyata berisiko tinggi pada anak yang keluarganya juga memiliki riwayat alergi. Diagnosa alergi penting untuk diketahui sejak dini.
" Apabila kita terlambat untuk mendiagnosanya, nanti dapat merugikan tumbuh kembang si anak, tetapi kalau didiagnosa sedini mungkin, keadaan ini tidak akan mengganggu tumbuh kembang anak," ujar dr. Budi dalam webinar 'Festival Soya Generasi Maju', Rabu 31 Maret 2021.
© Dream
Dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran tersebut mengimbau para orangtua untuk melakukan langkah 3K Plus sebagai langkah dini agar alergi susu sapi tidak membuat tumbuh kembang anak terganggu. Apa saja 3K Plus?
" Pertama Kenali. Mengenali sedini mungkin adanya riwayat penyakit alergi dari keluarga. Lalu kedua, Konsultasikan ke dokter untuk memastikan pemicu alergi serta penanganan selanjutnya yang dapat dilakukan," kata dr. Budi.
Ketiga, Kendalikan dengan cara menghindari protein susu sapi dan mencari pengganti nutrisi yang baik pengganti susu sapi agar tumbuh kembang si kecil jadi optimal. Terakhir, tetap kembangkan potensi si kecil.
© Dream
Untuk sumber protein, dr. Budi mengatakan ASI (air susu ibu) merupakan pilihan utama. Selain ASI, susu dengan formula asam amino serta formula terhidrolisa ekstensif jadi opsi lain yang dapat dipilih.
Jika ASI sulit didapatkan dan anak alergi terhadap susu formula yang terbuat dari susu sapi, susu dengan formula soya atau kedelai dapat menjadi pilihan. Dengan catatan, penggunaannya harus dikonsultasikan dengan dokter.
Menurut penelitian, pemberian susu formula soya ini dapat mendukung pertumbuhan anak dengan alergi susu sapi sesuai dengan rekomendasi pertumbuhan yang dianjurkan WHO.
" Anak dapat tumbuh secara normal dan optimal. Ini pertumbuhannya pun sama dan tidak ada kelainan, susu formula soya cukup aman dan dapat ditoleransi oleh anak" , pesan dr. Budi.
Advertisement

Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas

Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan

Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan

Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih


6 Suplemen yang Mulai Perlu Diperhatikan Saat Memasuki Usia 40-an

Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya