6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Skytrain (Foto: KRjogja)
Dream - PT Angkasa Pura (AP) II memiliki target untuk segera mengoperasikan skytrain di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada bulan Juni 2017 mendatang. Skytrain sendiri adalah kereta tanpa pengemudi atau automated people mover system (APMS) seperti yang ada pada Bandara Internasional Kuala Lumpur, Malaysia.
" Pengoperasian pada Juni 2017 menggunakan satu trainset yang terdiri dari dua kereta dengan kapasitas total dapat menampung 176 orang untuk perpindahan penumpang pesawat atau pengunjung bandara dari Terminal 2 ke Terminal 3 maupun sebaliknya," ujar Direktur Utama PT AP II, Muhammad Awaluddin, dikutip dari laman resmi Bandara Soetta, bandarasoekarnohatta.com, Kamis 9 Februari 2017.
Bulan Agustus 2017 skytrain akan menggunakan 3 trainset dengan kapasitas total mencapai 528 orang untuk menghubungkan para penumpang di Terminal 1, Terminal 2, Terminal 3, dan integrated building. Nantinya rentang waktu skytrain maksimal 5 menit dengan waktu tempuh dari T1 ke integrated building, lalu ke T2 dan T3 adalah 7 menit.
" Sejalan dengan upaya menjadikan Bandara Soekarno-Hatta sebagai bandara transit, skytrain ini jelas akan mempermudah perpindahan penumpang pesawat antara Terminal 1, Terminal 2, dan Terminal 3," tutur Awaluddin.
" Bagi penumpang pesawat atau pengunjung bandara dapat dengan mudah melihat informasi jadwal atau waktu kedatangan Skytrain di aplikasi Indonesia Airport yang dapat diakses melalui smartphone," imbuh Awaluddin.
Di samping itu, skytrain di area Bandara Soetta ini kelak juga akan terintegrasi dengan kereta dari Jakarta ke Bandara Soetta. Hingga kini pembangunan infrastruktur kereta bandara masih dalam proses pengerjaan. Nilai investasi skytrain itu sendiri mencapai Rp 950 miliar yang terdiri dari investasi pengadaan trainset dan investasi pembangunan infrastruktur.
Skytrain tersebut dilengkapi sistem automated guideway transit (AGT) dengan ban karet yang memiliki pengarah dan berpenggerak sendiri atau self propelled. Per jamnya skytrain dapat melaju dengan kecepatan sekitar 60 km.
Dengan adanya skytrain dan kereta bandara, pemerintah berharap jumlah kendaraan bermotor di area bandara akan semakin berkurang dan dapat memperlancar arus lalu lintas di Bandara Soekarno-Hatta.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
