5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
Masker N95 Cegah Virus Corona (Foto: Shutterstock)
Dream - Penjualan masker mengalami lonjakan sejak terjadi wabah virus corona jenis baru (2019-nCov). Masker mendadak jadi barang mahal dan langka di pasaran. Terutama untuk jenis N95.
Keunggulan N95 yang dapat menyaring 95 persen partikel di udara membuat masker diburu banyak orang. Namun sebenarnya, masyarakat umum tidak wajib mengenakan masker jenis ini.
" Sebenarnya masker ini tidak diperuntukan bagi masyarakat, melainkan untuk petugas kesehatan yang menangani pasien secaran langsungp di ruang isolasi. Seperti pada kasus flu burung dulu, petugas kesehatan memakai masker ini beserta baju pelindung khusus," ujar DR. Dr. Erlina Burhan, Msc, SP.P(K) di media gathering Mundipharma, Jakarta, Kamis 6 Februari 2020.
Masker N95 memang memiliki keunggulan yang dapat menahan 95 persen partikel berbahaya di udara. Namun masker ini sangat tidak nyaman digunakan untuk orang awam.
" Biasanya tin medis yang menangani langsung pasien di ruang isolasi cukup 1 jam saja kemudian diganti dengan tim lain karena kadang tidak kuat, terasa pengap dan meninggalkan bekas pada wajah," jelasnya.
Masyarakat umum cukup mengenakan masker bedah yang banyak ditemukan di pasaran. Masker ini biasanya berwarna hijau dan memiliki tiga lapisan.
Lapisan hijau dia waterproof, di tengahnya ada lapisan filter. Lalu di bagian dalam ada lapisan putih yang berguna menyaring droplets ketika batuk atau bersin," kata dr. Erlina.

Sempat beredar hoax untuk mengenakan lapisan hijau di bagian dalam. " Pakei yang hijau di bagian luar. Hati-hati sekarang apapun viral baik yang benar ataupun salah, tegasnya.
Meski masket dapat melindungi tubuh dari paparan virus, namun hal itu saja tidaklah cukup.
Diperlukan tata laksana dalam menjaga kebersihan diri untuk mencegah dan memutus rantai infeksi manapun, termasuk virus corona.

" Intinya bukan masker, tetapi bagaimana membersihkan tangan sesering mungkin. Beberapa data riset Singapura dan negara lain yang terjangkit, virus ditemukan di gagang pintu dan tempat-tempat yang dipegang oleh si orang sakit," ujar DR. Dr. Agus Dwi Susanto, Sp.P(K), FISR, FAPSR, Ketua Umum Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Paru Indonesia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?