6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Jendela
Dream - Pintu dan jendela merupakan material penting dalam menjaga keamanan dan kenyamanan rumah. Seperti juga bahan bangunan lain, keduanya memiliki umur dan penurunan fungsi.
Cuaca, perubahan pondasi rumah dan kondisi lingkungan mau tak mau mengubah kondisi pintu dan jendela. Lama-lama kondisinya rapuh, rusak dan jika dibiarkan bisa berbahaya. Periksa kembali seluruh pintu dan jendela di rumah.
Lalu kapan jendela dan pintu sebaiknya diganti? Dikutip dari RealSimple, jika pintu mulai retak, sulit dikunci, penyambung dengan tembok sudah hancur dan dimakan rayap, sebaiknya segera lakukan penggantian.
Sebelum memesan pintu atau jendela baru, ada hal penting yang harus dilakukan. Antara lain ukur tinggi, lebar, dan ketebalan pintu asli. Ketebalan standar berkisar dari 1 3/8 hingga 2 1/4 inci.
© Dream
Jika menginginkan pintu atau jendela yang lebih besar, perhitungan harus dilakukan lebih rinci. Perlu diketahui tembok sulit untuk diubah, tetapi rangka kayu dapat disesuaikan.
Ketahui juga karakteristik material bahan pintu atau jendela. Jangan hanya memilih bahan karena pertimbangan harga, tapi juga kualitas dan perawatannya. Lakukan survei lebih dulu untuk mencari material yang pas sesuai kebutuhan dan anggaran.
Keamanan yang utama, pastikan juga materialnya cukup kokoh dan tak mudah dibobol. Perhatikan pemasangan knob, kunci dan penyambungnya, dilakukan dengan benar agar seluruh keluarga merasa aman.
© Dream
Dream - Berbulan-bulan di rumah, biasanya kita baru menyadari kalau ada beberapa area yang butuh perbaikan. Mulai dari cat yang mengelupas, tembok yang retak, plafon yang terlepas dan masih banyak lagi.
Bangunan rumah juga memiliki umur ketahanan. Kerusakan pastinya bakal terjadi seiiring waktu. Untuk itu perlu kewaspadaan. Ada beberapa pemicu kerusakan rumah yang sering tak disadari, apa saja?
Usia Bangunan
Sudah berapa lama rumah selesai dibangun? Hal ini bisa menjadi salah satu tolak ukur bahwa usia bangunan menunjukkan keadaan rumah yang ditinggali saat ini. Kualitas dan daya tahan material rumah dapat menurun seiring berjalannya waktu.
Lakukan pengecekan kondisi rumah secara berkala, misalnya pada kurun waktu 3-5 tahun sekali. Kerusakan kecil mungkin dapat diperbaiki sendiri, namun apabila kerusakannya terbilang parah dapat diatasi dengan mengganti komponen material bangunan yang baru.
© Dream
Bagaimana para penghuni rumah menggunakan, dan merawat sehari-hari rumah yang ditempati adalah faktor yang paling menentukan kondisi rumah sekarang. Tanpa disadari, kegiatan rutin yang dilakukan sangat mempengaruhi kondisi rumah dan furnitur yang ada di dalamnya. Misalnya, kebiasaan membanting badan pada saat duduk di sofa mempunyai pengaruh besar terhadap daya tahan sofa itu sendiri. Hal itu pula juga berlaku pada bagian rumah lainnya.
© Dream
Perancangan yang kurang baik, salah perhitungan, serta pengerjaan yang kurang tepat dan tidak optimal bisa menjadi awal kerusakan rumah di kemudian hari. Sebagai contoh, salah perbandingan adukan semen, salah perhitungan pada kemiringan lantai kamar mandi, instalasi talang yang tidak dipikirkan, dan lain sebagainya.
© Dream
Jika rumah yang belum lama dibangun sudah mulai terlihat kusam dan rusak, mungkin sebab yang terjadi karena salah dalam memilih produk atau material saat proses pembangunannya. Oleh karena itu, pastikan kembali apakah pembanguan rumah sudah menggunakan produk dan material yang sesuai dengan fungsi dan kegunaannya. Hal yang bisa dijadikan contoh adalah saat menggunakan cat interior untuk dinding luar rumah menjadikan warna lebih cepat pudar dan mudah mengelupas.
Selengkapnya baca di Diadona.id
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya