Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Foto: Shutterstock
Dream - Sangat penting bagi keluarga untuk selalu siaga terhadap berbagai hal yang mungkin terjadi. Tak terkecuali dengan terjadinya segala jenis luka.
Ada banyak hal yang memungkinkan terjadinya luka meski hanya berada di rumah. Mulai dari memasak, mengerjakan prakarya sekolah, hingga cakaran hewan peliharaan. Apalagi kita lebih banyak menghabiskan waktu di rumah selama masa pandemi.
" Luka dapat terjadi kepada siapa saja dan kapan saja. Bahkan di rumah pun kita masih bisa tetap terluka. Hal pertama yang perlu dilakukan adalah memiliki kotak Pertolongan Pertama dengan isi yang memadai di rumah," kata Adisaputra Ramadhinara, dokter spesialis luka di Hari Pertolongan Pertama Sedunia bersama Hansaplast, Jumat pekan lalu.
Sebelum merawat luka, kita harus mengerti tata cara membersihkan luka dengan tepat. Banyak orang memakai alkohol untuk membersihkan luka. Padahal cairan tersebut bukan merupakan antiseptik, melainkan desinfektan untuk benda mati.
" Alkohol memang bisa membunuh bakteri, tapi ia juga merusak jaringan kulit yang sehat. Sebaiknya gunakan cairan antiseptik," jelasnya.
Tidak direkomendasikan untuk membersihkan luka dengan memakai air liur atau ludah. Mulut merupakan tempat berkumpulnya bakteri sehingga beresiko meningkatkan infeksi pada luka.
Usai membersihkan luka dengan air bersih yang mengalir dan cairan antiseptik, pahami kondisi luka dengan benar. Jika terjadi pendarahan, tekan dengan kain bersih untuk menghentikan pendarahan. Jika darah terus mengalir, segera bawa pasien ke rumah sakit.

Gunakan salep khusus luka untuk menjaga agar luka tetap lembap dan tidak mengalami kekeringan. Jangan gunakan kain kasa untuk menutup luka. Studi menunjukkan dibutuhkan 64 lapis kasa untuk menghalangi bakteri masuk ke luka yang ditutup.
" Sebaiknya gunakan plester. Menutup luka itu untuk mencegah bakteri masuk dan mejaga luka tetap lembap, dan kasa tidak memenuhi dua kategori itu," kata Adisaputra.
Biasanya luka ringan akan sembuh dalam beberapa hari. Jangan lupa mengganti plester dua kali sehari usai mandi. Jika muncul nanah, segera periksakan luka ke dokter karena nanah menandakan terjadinya infeksi.
Dream - Cara mencegah dan mengobati luka bakar menjadi hal penting yang setiap orang perlu ketahui. Kecelakaan karena tubuh terbakar dapat terjadi secara tak terduga baik saat kamu sedng berada di rumah, pabrik atau fasilitas perawatan kesehatan.
Dilansir dari boldsky, di Amerika Serikat dilaporkan terjadi 2 juta kecelakaan kebakaran setiap tahunnya. Menurut laporan Survei Risiko India 2017, risiko kecelakaan kebakaran negeri bollywood ini berada di peringkat kelima diikuti oleh kejahatan, kecelakaan, dan ancaman terhadap keselamatan wanita.
Paparan api dapat menyebabkan luka bakar api yang dapat merusak jaringan kulit dan menyebabkan jaringan parut permanen pada kulit. Luka bakar bisa menjadi darurat medis kecil atau mengancam jiwa. Nah, berikut adalah cara mencegah dan mengobati luka bakar pada seseorang. Yuk simak tipsnya.

Cara mengobati luka bakar bisa dilakukan dengan pertolongan pertama berikut:
Ada beberapa kondisi yang mengharuskan seseorang segera menghubungi medis atau ke dokter setelah terkena luka bakar. Yakni :
Beberapa pertanyaan umum terkait luka bakar
Kamu dapat menutupi luka bakar atau lecet dengan perban yang bersih, kering, dan longgar. Pastikan balutan tidak menyentuh luka bakar.
Cuci luka bakar di bawah air mengalir yang dingin dan oleskan vaseline tebal di atasnya dan tutup dengan perban longgar.
Luka bakar dengan ketebalan sebagian membutuhkan waktu sepuluh hari hingga dua minggu untuk sembuh. Luka bakar yang besar membutuhkan waktu tiga hingga empat minggu untuk sembuh.

Tips Mencegah Luka Bakar :
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya