Jumat, 23 Oktober 2026 Cari

Ternyata 3 Hal Ini Bisa Picu Anak Mengamuk Tak Terkendali

Reporter : Mutia Nugraheni
Kamis, 23 Agustus 2018 16:08
Ternyata 3 Hal Ini Bisa Picu Anak Mengamuk Tak Terkendali
Penelitian menyebutkan 60 hingga 90 persen anak usia 2 hingga 4 tahun selalu mengalami tantrum.

Dream - Menangis kencang, menendang, memukul orang di sekelilingnya bahkan hingga berguling di lantai. Pernah menghadapi situasi saat si kecil berperilaku demikian?

Mengamuk tak terkendali atau dikenal dengan tantrum kerap terjadi pada anak usia 2 tahun. Bahkan penelitian menyebutkan 60 hingga 90 persen anak usia 2 hingga 4 tahun selalu mengalami tantrum.

Puncaknya pada usia 2,5 hingga 3 tahun. Saat usia 5, tantrum akan berkurang karena mereka sudah bisa mengenali emosinya dan menyampaikannya dengan baik.

Ada banyak hal yang bisa memicu tantrum. Banyak orangtua yang mengira hal tersebut dipicu karena sikap disiplin atau pelarangan dari orangtua. Tapi pencetusnya lebih kompleks dari hal tersebut. Berikut 3 di antara pemicu tantrum yang sering terjadi.

1. Kelelahan atau mengantuk
Anak usia 2 hingga 4 tahun tak tahu kalau ia lelah dan mengantuk artinya harus beristirahat. Sehingga saat diajak bermain, makan atau hal lain, bukan merespons dengan baik anak malah menangis dan tantrum. Sebaiknya orangtua peka dengan kondisi fisik anak. Jika dirasa ia sudah lelah dan butuh istirahat, segara ajak untuk tidur siang.

2. Tak dihiraukan orangtua
Anak sangat peka terhadap sikap orangtuanya. Misalnya, saat si kecil ingin menunjukkan mainan barunya pada sang ayah, sementara ayahnya masih sibuk berkutat dengan laptop atau gadget dan tak mendengarkan, anak bisa jadi sangat kecewa. Jangan heran kalau anak juga berulah dan mengamuk.

3. Diburu-buru
Terkadang karena dikejar waktu, kita meminta si kecil untuk menyelesaikan aktivitasnya secara cepat. Saat main, mainannya dibereskan secepatnya atau langsung dimandikan dan dipakaikan baju tanpa jeda. Faktanya anak balita tinggal dalam dunia yang lambat, menikmati tiap momen, selalu ingin bermain.

Memaksanya dalam situasi yang diburu-buru akan membuat stres. Hal ini tentu berdampak pada kestabilan emosinya dan efeknya menjadi tantrum.

Sumber: Simple Most

Beri Komentar
Jangan Lewatkan
More