Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Thailand (Freepik)
Dream - Thailand memberlakukan pelonggaran pembatasan untuk perjalanan wisata bagi traveler dari 56 negara. Tetapi tetap memberlakukan karantina selama 14 hari.
Juru Bicara Pusat Administrasi Situasi Covid-19 Thailand, Taweesilp Visanuyothin, mengatakan pelonggaran ini berlaku untuk negara yang warganya tidak memerlukan visa masuk ke Thailand. Di antaranya Austalia, Amerika Serikat dan Prancis.
Meski begitu, mereka diharuskan menunjukkan sertifikat kesehatan yang menyatakan bebas Covid-19 selama 72 jam sebelum perjalanan. Selain itu, juga menunjukkan bukti reservasi terkonfirmasi di hotel karantina.
Pelonggaran ini diterapkan di sisi dokumen agar wisatawan tak kesulitan sehingga mereka berniat datang ke Thailand. Meski begitu, karantina 14 hari dan biayanya masih menjadi kendala.
Selama karantina, para wisatawan akan menjalani tiga kali tes Covid-19. Tes ini untuk menentukan masa karantina apakah bisa dikurangi menjadi 10 hari atau tidak.
Sebelumnya, kedatangan di karantina akan diuji dua kali. Uji pertama dijalankan sekitar tiga hingga lima hari setelah kedatangan dan yang kedua kali satu hingga tiga hari sebelum berangkat.
Kebijakan untuk tes tiga kali diberlakukan hingga akhir tahun. Pemerintah setempat berencana untuk menganalisis hasil untuk memutuskan apakah karantina dapat dikurangi menjadi 10 hari.
Analisis akan dimulai pada 1 Januari 2020. Diharapkan otoritas kesehatan menetapkan kesimpulan pada 15 Januari 2021.
Karantina wajib 14 hari saat ini berdampak parah pada industri pariwisata yang sudah lumpuh dan pejabat berharap pengurangan dapat mendorong lebih banyak pengunjung. Namun, Menteri Kesehatan Anutin Charnvirakul mengatakan pelonggaran apa pun hanya akan berlaku untuk orang yang datang dari negara yang dianggap aman dari Covid-19.
Sumber: Liputan6.com
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya