Dream - Untuk yang tertarik menjadi kaligrafer, yuk simak tips dari dua orang seniman kenamaan Indonesia dan China ini. Bertahun-tahun menjadi kaligrafer Islam, karya dari Drs. H Didin Sirojuddin AR dan Abu Bakar Chan sudah tidak diragukan lagi.
Didin yang juga merupakan Ketua Lembaga Kaligrafi Al Quran LEMKA sudah menelurkan buku-buku terkait kaligrafi Islam di Indonesia. Karya Didin juga banyak mendapat pujian dan penghargaan dari berbagai lembaga, begitu juga dengan Abu Bakar Chan.
Seniman asal kota Yinchuan, China, ini sekarang menjabat sebagai staf peneliti karya seni tulis bahasa arab China, akademis seni tulis suku Arab di jurusan seni New Dunhuang.
Menurut mereka untuk menjadi kaligrafer yang handal yang dibutuhkan hanya niat dan usaha. " Sederhana sebenarnya untuk menjadi kaligrafer islam terpenting mau belajar, niat dan berusaha dengan baik. Walaupun buku kaligrafi tidak banyak tetapi kita bisa memanfaatkan imajinasi yang kita miliki," ujar Abu Bakar saat ditemui di Galeri Kaligrafi Islam Sulaiman Resto, Jalan Batu Ceper Nomor 73, Jakarta, akhir pekan lalu.
Memiliki pendapat yang serupa, Didin menambahkan dibutuhkan sikap tidak mudah menyerah. " Kalau gagal jangan langsung menyerah, terus berusaha, belajar dari pengalaman dan yang ada di sekitar kita. Belajar dan terus belajar itu kuncinya," kata Didin.
Advertisement

Sejarah Batik: Dari Teknik Pewarnaan Kuno hingga Menjadi Identitas Budaya Indonesia

Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia, Seniman dan Anak Bungsu Soekarno Tutup Usia

Kenapa Ada Pria yang Terobsesi dengan Ketiak Perempuan? Ini Penjelasannya

Ini Jenis Tes yang Mampu Turunkan Kadar Trigliserida, Bisa Bantu Cegah Masalah Kolesterol

5 Tipe Orang yang Suka Menunda Pekerjaan, Anda Termasuk yang Mana?


Mengapa Motif Batik Mega Mendung Mirip dengan Desain Awan China?