Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Setiap orang tentu punya gaya sendiri ketika liburan. Ada yang suka traveling sendirian, bareng teman ataupun keluarga.
Ada juga yang suka merencanakan liburan jauh-jauh hari. Tidak sedikit pula traveler yang suka jalan-jalan secara spontan.
Bagi Travel Influencer Kenny Santana, jadwal terencana dan liburan yang nyaman merupakan perpaduan yang dia sukai. Menurut Kenny, perpaduan dua cara tersebut membuat liburan terasa menyenangkan.
" Planning sama enjoyable-nya dengan traveling. Aku lihat apa yang perlu dilakukan tentang destinasi. Misalnya, aku punya itinerary, aku kurangin setengahnya untuk menikmati liburan," ujar Kenny dalam peluncuran marketplace online The Travel Insider di Plaza UOB, Jakarta Pusat, Senin 20 Januari 2020.

Menurut pemilik akun KartuPosInsta, rencana perjalanan yang terlalu padat terasa seperti bucket list. Seringkali, hal itu berdampak pada liburan yang kurang bisa dinikmati.
" It's okay untuk punya checklist. It's nice to be spontaneous dan get lost. Get lost kalau ada hp kan tinggal balik lagi. Between those two aja, supaya bisa lebih memorable," kata Kenny.
Jika sudah memiliki rencana perjalanan, Sahabat Dream tidak perlu membatalkannya secara keseluruhan. Kamu bisa menghapus sebagian rencanamu untuk menikmati waktu liburan secara spontan.

" Aku biasanya ke destinasi baru, seperti Cile, ada list must do. Ada saat yang kaya ingin ngopi, tapi nggak plan jauh-jauh hari. Kadang satu hari itu, setengahnya direncanakan, setengah hari loose aja," jelasnya.
Dalam merencanakan perjalanan, Kenny bisa menyusunnya selama 2 minggu hingga 6 bulan. " Kalau pingin spontaneous, bisa sebulan sebelumnya. Kalau deket dan staycation, misalnya di Bandung, bisa 2 minggu sebelum. Kalau mau maksimal, sekitar 6 bulan persiapan untuk cari tiket promo dan lain-lain," tuturnya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya