AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI
Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli
Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest
3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram
Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian
Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini
Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD
Mengonsumsi Makanan Manis. (Source: Shutterstock)
Dream - Salah satu penyebab terbesar kenaikan berat badan adalah sering mengonsumsi makanan manis. Menghentikan kebiasaan mengonsumsi makanan manis sangat sulit dilakukan untuk sebagian orang.
Apalagi, ketika kamu sedang ingin makan kue yang dijual di toko roti terdekat. Mungkin, kamu bisa membuatnya menggunakan bahan makanan lebih sehat.
Namun jika pada akhirnya kamu kurang puas dengan hasilnya dan mengonsumsi lebih banyak, berat badan pun akan tetap sulit berkurang.
Jika ingin lebih sehat ketika mengonsumsi makanan manis, gantilah bahan makanannya. Kamu bisa mengatasi keinginan terhadap makanan manis dengan bahan makanan seperti dilansir Healthline berikut ini.

Dark chocolate merupakan salah satu solusi makanan manis yang aman untuk kesehatan dan berat badan. Pilihlah dark chocolate yang minim gula dan susu agar benar-benar sehat.
Paling tidak, pilih dark chocolate dengan konsentrasi 70 persen dan konsumsilah 1 ons atau 28 gram setiap hari untuk mengobati keinginan terhadap makanan manis.
Pir
Jika ingin makanan manis dan segar, konsumsilah buah pir. Buah pir juga kaya akan serat. Sehingga, bisa membantu menunda lapar dan menyeimbangkan kadar gula darah.

Apel juga bisa menjadi buah pilihanmu ketika ingin mengonsumsi makanan manis dan segar. Bahkan, mengonsumsi apel secara rutin diklaim dapat mencerahkan gigi dan menurunkan kadar gula darah.
Kamu bisa mengonsumsi apel utuh dengan cinnamon atau dibuat menjadi jus agar lebih praktis.
Protein smoothie
Konsumsilah protein smoothie jika ingin minuman manis yang bertekstur lebih lembut. Kamu akan merasa kenyang lebih lama dan mengontrol kadar gula darah dengan mengonsumsi protein smoothie.
Tambahkan sayuran hijau seperti bayam atau buah-buahan agar lebih segar dan bernutrisi. Jangan tambahkan pemanis buatan agar tetap sehat.
Advertisement

Diagnosis ADHD dan Autisme Meningkat Tajam, Studi Besar Ungkap Perubahan Siapa yang Terdiagnosis

Kuku Tiba-Tiba Memerah? Perubahan Kecil Ini Bisa Jadi Tanda Penyakit Tersembunyi

Orang Tua Baru Rentan Burnout, Riset Menunjukkan Kerja Sama Pasangan Bisa Jadi Penangkalnya

Megalodon Pernah Jadi Raja Lautan, Mengapa Predator Raksasa Ini Akhirnya Punah?

AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia


Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli