Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan
Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas
Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28
Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane
Suara-Suara di DPR Soal Ijazah Gibran
Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series
Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu
7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya
Ilustrasi/ Foto: Pexels
DREAM.CO.ID - Inovasi industri kuliner tak pernah kehabisan ide. Baru-baru ini kafe di Yunnan, China, meluncurkan minuman kopi unik berbahan jamur.
Provinsi Yunnan sendiri dikenal akan tanaman jamurnya. Setiap tahun antara Juni hingga September, Yunnan memasuki musim jamur liar tahunan dan menjadi salah satu destinasi kuliner terpopuler bagi pecinta makanan China.
Dari berbagai jenis jamur liar, yang paling lezat dan mahal adalah jamur rayap, jamur penny bun, dan matsutake.
Kafe ini menggunakan jamur penny bun dan menjualnya seharga US$3 atau sekitar Rp49.000 per cangkir. Satu cangkir tersebut terdiri dari jamur penny dan cheese americano atau kombinasi lain jamur penny bun oat milk latte.
Seorang staf kafe mengatakan mereka menjual 50 hingga 70 cangkir kopi jamur penny bun setiap hari. Banyak orang datang khusus untuk mencoba minuman berkafein ini.

(Ilustrasi jamur/freepik.com/stockking)
Melansir South China Morning Post, ini bukan pertama kalinya kafe tersebut memadukan jamur dengan kopi. Sebelumnya, mereka juga pernah merilis kopi jamur truffle hitam.
Meskipun jamur liar dapat ditemukan di seluruh Yunnan pada musim panas, kopi jamur tidak begitu mudah ditemui.
Banyak pemilik kafe di Kunming mengatakan biaya riset dan pengembangan produk semacam itu sangat mahal.
Tren sedang berkembang di berbagai kafe di seluruh negeri untuk merilis produk yang menggabungkan kopi dengan makanan khas, seperti fermented bean curd latte dan iced oyster americano.
Bahkan Starbucks China pun merilis pork latte pada tahun 2024 untuk merayakan Tahun Baru Imlek. Harganya mencapai US$10 per cangkir.
Staf kafe di Yunnan itu mengatakan mereka masih belum yakin apakah akan melanjutkan kopi jamur penny bun tahun depan, karena sangat bergantung pada harga jamur tersebut.
Harga jamur penny bun pada bulan Agustus berkisar US$6 hingga US$12 per kilo, menurut yunnan.cn.
Salah satu jamur termahal yang juga termasuk kategori bolete adalah Jian Shou Qing, yang harganya mencapai US$24 hingga US$30 per kilo. Jamur ini sangat halusinogenik dan harus dimasak dengan benar, jika tidak bisa menyebabkan mual, syok, bahkan kematian.
Warga setempat percaya bahwa Jian Shou Qing harus digoreng dalam minyak panas selama beberapa menit sebelum dimasak bersama bahan lain untuk menghilangkan racunnya, sekaligus mempertahankan rasa segarnya.
Seiring menyebarnya berita tentang kopi jamur ini, banyak warga lokal yang menyatakan ketidaksetujuan terhadap produk tersebut.
“ Jamurnya terlalu berharga dan lezat untuk dijadikan kopi,” kata seorang warga.
“ Itu pemborosan makanan enak,” ujar yang lain.
Namun, ada juga yang mendukung: “ Saya sudah mencoba kopi jamur. Rasanya cukup lezat.”
Advertisement
Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28

Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane

Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?

Menilik 5 Green Movement Seru di Synchronize Festival

Deal Lepas 10,08 Miliar, Low Tuck Kwong Tambah Porsi Lego Saham Bayan Resources ke Jhonlin Baratama


3 Suplemen yang Diam-Diam Bisa Mengganggu Tidur, Salah Satunya Sering Dikonsumsi

Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026

Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya

7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya

Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan

Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas
