Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Tradisi Crying Sumo Di Jepang (Mirror/Shutterstock)
Dream - Video bocah-bocah menangis di gendongan pegulat sumo bertubuh besar menggegerkan dunia. Sementara seorang wasit yang mengenakan topeng menakutkan berteriak: " Menangis, menangis, menangis!"
Namun, bagi orang Jepang pemandangan tersebut sudah tak aneh lagi, karena merupakan tradisi dari leluhur berusia 400 tahun yang diyakini dapat menangkal roh jahat, seperti dikutip dari Mirror.co.uk, Senin 30 April 2018.
Di balik 'Crying Sumo' atau festival Nakizumo menyimpan harapan bahwa anak-anak itu kelak diberi kesehatan dan keberuntungan yang baik.
Pegulat-pegulat di kuil Sensoji, Tokyo, tampak menggendong bocah kecil di lengannya. Ia mengenakan pakaian tradisional lengkap dengan celana raksasa ala pesumo.
Mereka kemudian naik ke atas panggung dan berusaha mati-matian untuk menakuti anak-anak kecil itu sehingga mereka menangis. Sebagian anak berteriak dan menangis dengan cepat, sementara yang lain tampak lebih lama.
Meskipun tidak ada kekerasan yang digunakan, seorang wasit yang mengenakan topeng iblis, mengancam akan menggertak jika sang anak tak kunjung menangis. Yang lucu, terkadang anak-anak menggemaskan itu tidak menangis, mereka malah kebingungan.
Orang tua dan kerumunan penonton dapat terlihat bersorak gembira dan bertepuk tangan dari kejauhan sementara anak-anak kecil itu semakin tertekan.
Dalam beberapa budaya, bayi pertama yang menangis dianggap sebagai pemenang, sementara pada yang lain, pemenangnya adalah bayi terakhir yang menangis. Sementara suara tangisan anak bisa sangat traumatis, orang percaya semakin keras teriakan, semakin mereka terlindungi.
Orangtua yang ingin anaknya ikut serta dalam tradisi tersebut diwajibkan membayar hingga £ 70 atau sekitar Rp1,2 juta. Festival tahunan telah diadakan di berbagai kuil selama empat abad terakhir.
Atraksi ini diakhiri dengan bayi-bayi berpose untuk foto sambil berdiri bersama orang tua mereka di atas podium.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya