Apa yang Masih Bisa Dilakukan Manusia yang Tak Bisa Dilakukan AI?
Prabowo Ramai-Ramai Dicalonkan Lagi
Ini Satu Hal Sederhana yang Ternyata Bisa Membantu Perawatan Ibu Setelah Melahirkan
Ingin Memperlambat Penuaan? Studi Ungkap Hal yang Mungkin Membantu dan yang Ternyata Tak Banyak Berpengaruh
Langkah Tepat Lindungi Kulit dari Paparan Sinar UV
Sudah Tidur 8 Jam tapi Tetap Lelah? Bisa Jadi Anda Kekurangan 7 Jenis Istirahat Ini
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Sering Merasa Orang Lain Tidak Menyukai Anda? Bisa Jadi Ini Hanya ‘Liking Gap’
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Hingga saat ini vaksin Covid-19 belum mendapat izin untuk diberikan kepada ibu hamil. Hal tersebut karena dibutuhkan uji klinik khusus untuk melihat keamanan dan efektivitas vaksin pada ibu hamil dan janin.
Rupanya ada kabar baik, vaksin Covid-19 produksi Pfizer-BioNTech dan Moderna diklaim aman dan efektif pada ibu hamil dan menyusui. Hal ini menurut sebuah studi terbaru yang diterbitkan di American Journal of Obstetrics & Gynecology. Studi tersebut juga menemukan bahwa ibu dapat menularkan antibodi ke bayinya.
“ Itu adalah informasi yang sangat penting bagi pasien kami. Kami tahu bahwa vaksin ini bekerja,” kata Andrea Edlow, MD, penulis studi senior dan spesialis obstetri dan ginekologi di Rumah Sakit Umum Massachusetts, dikutip dari WebMD.
Tim peneliti mempelajari 131 wanita yang menerima vaksin Pfizer atau Moderna, termasuk 84 wanita hamil, 31 menyusui dan 16 wanita tidak hamil. Ketiga kelompok tersebut memiliki tingkat antibodi tinggi yang serupa. Studi tersebut juga tidak menemukan perbedaan yang signifikan dalam efek samping vaksin antara wanita hamil dan tidak hamil.
© Dream
Hasil penelitian juga menunjukkan, dibandingkan dengan wanita hamil yang telah pulih dari Covid-19, wanita hamil yang menerima vaksin memiliki tingkat antibodi yang " sangat tinggi" . Selain itu, wanita penerima vaksin Moderna memiliki kadar antibodi yang lebih tinggi dibandingkan dengan wanita yang menerima vaksin Pfizer.
Tim peneliti juga menemukan bahwa antibodi yang dihasilkan dari vaksin ada di semua sampel tali pusat dan ASI yang diuji. Ini menunjukkan bahwa wanita hamil dan menyusui dapat menularkan antibodi COVID-19 ke janin dan bayi mereka yang baru lahir.
“ Itu adalah bagian informasi paling menghibur,” kata Galit Alter, MD, salah satu penulis studi dan profesor kedokteran di Ragon Institute di Massachusetts.
© Dream
Tim peneliti menemukan antibodi penetral dalam darah ibu hamil, yang mengindikasikan bahwa antibodi tersebut dapat membunuh virus corona. Namun, antibodi penetral lebih rendah pada sampel tali pusat, jadi diperlukan lebih banyak penelitian untuk memahami apakah bayi memiliki kekebalan yang cukup tinggi ketika dilahirkan dengan antibodi.
Penelitian di masa depan juga dapat menentukan kapan wanita harus mendapatkan vaksinasi selama kehamilan untuk perlindungan maksimal. Studi tambahan juga akan dibutuhkan untuk efektivitas vaksin Johnson & Johnson dan AstraZeneca pada ibu hamil dan menyusui.
“ Setiap hari, kami merawat pasien yang ingin tahu apakah vaksin itu efektif dalam kehamilan dan apa risikonya. Memiliki data ilmiah yang nyata untuk memberitahu orang banyak akan sangat membantu menghilangkan keraguan terhadap vaksin," kata Alter.
Advertisement

Aroma Parfum yang Lagi Tren Ini Ternyata Bisa Bantu Tidur Lebih Nyenyak, Studi Ungkap Rahasianya

8 Makanan yang Bisa Redakan Ngidam Makanan Manis Lebih Baik daripada Permen, Menurut Ahli Gizi

Dibuka Menguat ke Level 6.109,32, IHSG Bergerak di 2 Zona pada Awal Perdagangan

Mengapa Ada Orang yang Lebih Sering Mengalami Efek Samping Vaksin? Studi Ungkap Penyebabnya

Apa yang Masih Bisa Dilakukan Manusia yang Tak Bisa Dilakukan AI?


Ini Satu Hal Sederhana yang Ternyata Bisa Membantu Perawatan Ibu Setelah Melahirkan