Belajar dari SBY, Begini Cara Ubah Janji Kampanye Menjadi Program Nyata Pemerintahan
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Sampah Plastik Di Manta Point, Nusa Penida (Foto: Facebook Richard Honner)
Richard Honner seorang penyelam asal Inggris yang cukup lama tinggal di Bali mengabadikan kondisi Manta Point yang penuh sampah.
Dream - Laut Bali sampai saat masih masih jadi primadona bagi para penyelam di seluruh dunia. Hal ini lantaran keindahan terumbu karang, serta ragam jenis hewan laut yang hidup di dalamnya.
Salah satu daerah yang cukup terkenal sebagai area penyelaman di Bali adalah Nusa Penida, terutama Manta point. Area Manta point merupakan rumah tinggal Manta, hewan laut yang sangat mengagumkan.
Tapi sayangnya kondisi Manta point tak seindah seperti yang dibayangkan. Richard Honner seorang penyelam asal Inggris yang cukup lama tinggal di Bali mengabadikan kondisi area tersebut. Dalam video yang diunggah di akun Facebook dan YouTubenya terlihat tumpukan sampah plastik.
Hewan manta serta ikan-ikan lain, termasuk keindahan terumbu karang, tertutup oleh sampah plastik. Richard pun sangat miris dengan kondisi tersebut.
"Laut memberi hadiah keindahan ubur-ubur, plankton, daun, ranting, dsb...Oh dan beberapa plastik. Tas plastik, plastik botol, cup plastik, plastik lembaran, plastik sachet, sedotan plastik, dan plastik plastik lainnya. Sangat banyak plastik!," tulis Richard di akun Facebooknya.
Video yang diunggah Richard jadi viral dan banyak orang ingin tahu, bagaimana bisa plastik sebanyak itu menutupi laut Nusa Penisa yang sangat indah. Dalam status up date yang dituliskannya, Richard mengungkap kalau beberapa penyelam yang ke Manta point setelah dirinya merekam video tersebut mengungkap kalau sampah plastik itu sudah tak ada.
Tapi ia tetap saja merasa miris karena plastik-plastik tersebut mengalir ke samudera Hindia. Mengotori area lautan lainnya.