Belajar dari SBY, Begini Cara Ubah Janji Kampanye Menjadi Program Nyata Pemerintahan
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Jalan By Pass Ngurah Rai Mumbul, Denpasar, Bali Terendam Banjir (Foto: Sutopo)
Padahal warga kerap membersihkan salran got.
Dream - Hujan deras seharian mengguyur wilayah Bali dan sekitarnya pada Senin, 22 Januari 2018. Dampaknya, Kota Denpasar dan Kabupaten Badung terendam banjir.
Dari pantuan Merdeka.com, ketinggian muka air mencapai paha orang dewasa. Genangan itu terjadi di wilayah perumahan padat penduduk.
Di wilayah Kesambi Kerobokan dan Taman Mumbul Jimbaran, air yang menggenang memaksa warga mengungsi. Sementara, di Desa Pamogan, Mekar Jaya, Kepaon tercatat 1.000 Kepala Keluarga (KK) terdampak banjir.
Luckily the police were on hand to help out with the flood waters on Teuku Umar Barat #Bali #Banjir #Flood pic.twitter.com/YGOlqY9rdj
— Bali_chris (@Bali_chris)January 23, 2018
Kelian Desan Adat Mekar Jaya, I Gede Yasa, mengatakan, banjir memang kerap terjadi di wilayahnya. Padahal, kata dia, perbaikan dan pembersihan saluran got telah dilakukan warga secara rutin di masing-masing lingkungan.
Tiap musim penghujan, warga harus begadang untuk mewaspadai terjadinya genangan.
Genangan banjir merendam beberapa ruas jalan di Kota Denpasar. Jl By Pass Ngurah Rai Mumbul terendam banjir. Kendaraan terjebak di jalan. Potensi hujan lebat masih tinggi. Waspada dan hati-hatilah. #bali #denpasar @RadioElshinta @okezonenews @radiobalifm pic.twitter.com/OxnuMyGN2S
— Sutopo Purwo Nugroho (@Sutopo_PN)January 21, 2018
Kondisi serupa juga terjadi di wilayah Kalimutu Monang Maning, Denpasar. Saat hujan tiba, daerah ini menjadi langganan banjir.
Tetapi, warga menganggap kondisi ini sudah biasa. Bahkan anak-anak tampak ceria. Mereka malah bermain dengan ban dan papan seluncur saat banjir melanda.