Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Sejumlah Karyawan Di Komplek MPR/DPR RI Berhamburan Akibat Gempa (istimewa)
Dream - Kepanikan melanda warga di sejumlah daerah yang merasakan guncangan gempa yang berpusat di Banten. Banyak karyawan di Jakarta berhamburan ke luar kantor untuk mencari tempat yang dirasa lebih aman. Kepanikan-kepanikan warga di sejumlah daerah itu diunggah ke media sosial.
Sdg di gedung Sarinah lt 9, gempa 6,4 sr lebih Dari 1 menit, sngat terasa. Semua berdoa sambil bergegas turun dg tertib lewat tangga darurat. Alhamdulillah semua lancar. Semoga tdk ada korban. Kita doakan mereka yg dekat dg pusat gempa di Lebak, Banten.
— Jimly Asshiddiqie (@JimlyAs)23 Januari 2018
" Sdg di gedung Sarinah lt 9, gempa 6,4 sr lebih Dari 1 menit, sngat terasa. Semua berdoa sambil bergegas turun dg tertib lewat tangga darurat. Alhamdulillah semua lancar. Semoga tdk ada korban. Kita doakan mereka yg dekat dg pusat gempa di Lebak, Banten," cuit Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Jimly Assidiqie di akun Twitternya.
Tak hanya di pusat perbelanjaan, sejumlah karyawan di kompleks MPR/DPR RI di Senayan juga panik. Mereka berusaha menyelamatkan diri dengan keluar dan berkumpul di halaman gedung.
Video rekaman kepanikan diunggah oleh netizen bernama Dimas Fiancheto melalui akun Twitter @difiancheto.
Earthquake situation at Senayan City food court #earthquake #Jakarta #Gempa pic.twitter.com/o9hMn8ot5p
— Dimas Fiancheto (@difiancheto)January 23, 2018
Hal yang sama juga dialami seorang pekerja di Anyer, Dita. Saat gempa terjadi, dia dan rekan-rekan kerjanya berlarian keluar gedung.
" Panik banget, karyawan keluar semua dari gedung, masih panik. Karena gempa sangat kerasa," ujar Dita melalui aplikasi WhatsApp.
Dita mengatakan, ada sebagian temannya yang segera memeriksa permukaan air laut di tepi pantai untuk memastikan ada tidaknya tanda-tanda tsunami.
" Alhamdulillah air laut tidak surut. tadi juga sempat periksa BMKG, tidak berpotensi tsunami," kata Dita.
Semula, Badan Meteorologi Pusat gempa berada 81 kilometer arah barat daya Kabupaten Lebak, Banten. Kedalaman pusat gempa berada pada 10 kilometer.
Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) semula mencatata gempa ini berkekuatan 6,4 skala Richter dengan kedalaman 10 kilometer dengan jarak 81 kilometer di barat daya Lebak, Banten. Namun data itu diperbarui.
Data terbaru gempa itu berkekuatan 6,1 skala Richter dengan pusat gempa 43 kilometer arah barat daya Lebak dengan kedalaman 61 kilometer. Meski berpusat di laut, gempa ini tak ebrpotensi tsunami.
Advertisement

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia


Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya

JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha