Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Pixabay)
Dream – Lockdown akibat pandemi covid-19 telah membuat para pelancong di seluruh Australia terlantar. Sebuah gerakan di media sosial bernama “ Adopsi Backpacker” telah berkembang untuk mendorong warga Australia membantu para pelancong tersebut.
Adopsi backpacker bertujuan untuk membantu para pelancong mendapatkan tempat tinggal sementara hingga pekerjaan sampingan selama berada di Australia.
Penerbangan yang dibatalkan hingga kenaikan harga tiket, membuat banyak pelancong terjebak di Australia. Miguel Enrique Fuentes, seorang Perawat Filipina yang berbasis di Perth dan Nikki de Weerd, seorang backpacker Belanda, kemudian membuat “ Adopsi Backpacker” pada akhir Maret lalu.
“ Kami memutuskan untuk membuat Adopsi Backpacker dengan harapan dapat membantu para pelancong yang kesulitan,” jelas Miguel dan Nikki.
© Ilustrasi (Foto: Pixabay)
Warga Australia menawarkan rumah mereka dengan imbalan bantuan atau pekerjaan. Sebagian pelancong lain mencoba mencari pekerjaan berbayar.
“ Kami memiliki komunitas di Australia yang mendukung tujuan kami, menawarkan halaman belakang, kamar tidur cadangan, ruang parkir, garasi, lahan kosong, rumah pertanian, properti kosong hingga rumah resor pantai paling mewah yang ditawarkan untuk traveler secara gratis,” ucap Nikki dan Miguel.
Bahkan Backpackers on Working Holiday Visa membuat tenaga kerja pertanian Australia yang diisi oleh para pelancong yang membantu membangun kembali daerah-daerah yang hancur.
© Ilustrasi (Foto: Pexels)
Para pelancong yang berasal dari Amerika Serikat, Mark Stansbury dan Brianne Bowman menceritakan tentang pengalaman mereka selama di adoposi oleh warga Australia.
“ Kami cukup beruntung diadopsi oleh para penyelamat satwa liar di Henley Brook, Australia Barat, dengan imbalan melakukan beberapa tugas di sekitar pertanian dan merawat kangguru. Kami menyukai kangguru, itu benar-benar pengalaman yang mengubah hidup kami, ” ungkap Mark dan Brianne.
“ Orang Australia akan selalu mengadopsi backpacker,” kata Brie Healy yang telah mengadopsi pelancong yang terjebak di kota terpencil Tom Price. " Saya berharap pemerintah memperpanjang visa setelah ini sehingga para traveler ini dapat menyelesaikan liburan impian mereka. Mereka dapat berkontribusi pada perekonomian kita."
(Sumber: lonelyplanet.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya