Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari
8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan
Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?
Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian
Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi
AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI
Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli
Gunung Rinjani (Shutterstock.com)
Dream - Jalur pendakian Gunung Rinjani di Pulau Lombok, Provinsi Nusa Tenggara Barat, akan kembali dibuka. Keputusan ini ditetapkan Balai Taman Nasional Gunung Rinjani setelah mendapat persetujuan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
" Kami sudah melakukan berbagai persiapan sebelum pembukaan jalur pendakian namun tetp menunggu arahan dari kementerian," ujar Kepala BTNGR, Dedy Asriady, dikutip dari Liputan6.com.
Dedy mengatakan pihaknya telah menjalankan sejumlah persiapan pembukaan. Seperti perbaikan enam jalur wisata pendakian yaitu Sembalun, Timbanuh, Torean, dan Propok di Kabupaten Lombok Timur, jalur Senaru di Kabupaten Lombok Utara, serta jalur Aik Berik di Kabupaten Lombok Tengah yang sudah selesai akhir Maret 2020.
Selain itu, pihaknya juga melakukan perbaikan di beberapa destinasi wisata non-pendakian seperti air terjun Otak Kokoq, Jeruk Manis, Sebau, dan lainnya. Destinasi tersebut kini telah siap menyambut wisatawan.
© Penduduk sekitar Gunung Rinjadi membersihkan sampah bekas pendaki (Shutterstock.com)
Menurut Dedy, pihaknya akan membahas finalisasi standar operasional prosedur pendakian dan non-pendakian dengan sejumlah pihak terkait akhir Juni nanti. Juga terus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi NTB, Pemkab Lombok Timur, Pemkab Lombok Tengah, Pemkab Lombok Utara serta Gugus Tugas Covid-19 daerah untuk persiapan pembukaan.
" Jika semua sudah final, kami akan laporkan ke KLHK untuk mendapatkan izin pembukaan jalur pendakian," kata dia.
BTNGR sempat melakukan penutupan seluruh jalur pendakian Gunung Rinjani dan sejumlah destinasi wisata non-pendakian sejak 16 Maret. Penutupan ini bertujuan untuk mencegah penyebaran infeksi Covid-19.
Penutupan tersebut juga didasarkan pada Surat Edaran KLHK serta keputusan bersama antara Gubernur NTB, Bupati Lombok Timur, Bupati Lombok Tengah dan Bupati Lombok Utara dengan melihat meluasnya penyebaran Covid-19.
Sumber: Liputan6.com/Rinaldo
Advertisement

Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini

Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian

3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram

Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest

Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari

8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan

Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?