Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Paviliun Indonesia Di Pameran B-Travel (Foto: Kemenpar)
Dream - 'Wonderful Indonesia', film promosi pariwisata Indonesia yang telah memenangi beberapa penghargaan sebagai film promosi pariwisata terbaik, menjadi primadona pada Pameran B-Travel di Barcelona, Spanyol, 21 – 23 April 2017. Sejumlah pujian mengalir dari para pengunjung profesional.
Salah satunya dari Jordi Clos i Llombart, CEO Fira Barcelona, penyelenggara B-Travel. Ketika mengunjungi Paviliun Indonesia pada rangkaian acara pembukaan, Jordi menyatakan bahwa ketika memasuki area peserta internasional, pihaknya sangat terkesan dengan alunan lagu Wonderful World dari Paviliun Indonesia.

Oleh karena itu diputuskannya untuk mengunjungi Paviliun Indonesia sebagai titik pertama kunjungannya ke area peserta internasional. Ternyata pilihannya tidak salah. Karena katanya, Paviliun Indonesia yang berdekorasi umbul-umbul warna-warni dan prada Bali serta menyajikan kue-kue tradisional Indonesia memang sangat menarik.
KBRI Madrid yang tampil di pameran tersebut dengan membuka satu paviliun seluas 50 meter persegi memang menayangkan film 'Wonderful Indonesia' tersebut. Bergantian dengan film-film promosi pariwisata dari berbagai daerah destinasi di Indonesia. Penayangan film di bagian depan Paviliun merupakan keputusan jitu karena terbukti mengundang perhatian pengunjung profesional.

Pada penampilan pertamanya ini, Paviliun Indonesia memilih tema 'Wonderful Indonesia' untuk memenuhi 5 konsep pariwisata yang menjadi filosofi B-Travel. Yakni B-Happy (wisata dengan keluarga, teman, dan saudara); B-Culture (wisata seni, sejarah dan budaya); B-Special (wisata khusus seperti wisata belanja, wisata mewah); B-Adventure (wisata bagi pecinta petualangan dan alam); serta B-Delicious (wisata kuliner).
Pameran B-Travel edisi ke-25 tahun 2017 ini diikuti oleh 1.060 industri pariwisata dari 56 negara seperti Argentina, Tiongkok, Ekuador, Jamaika, Jerman, Indonesia, India, Iran, Italia, Kroasia, Kuba, Kyrgistan, Maroko, Prancis, Peru, Portugal, Singapura, dan Tunisia.
Ikut berpartisipasi pula 10 provinsi di Spanyol seperti Andalusia, Catalunya, Castilla y Leon, Galicia, Rioja, dan Valencia. Mereka menampilkan perusahaan-perusahaan industri pariwisata seperti transportasi, maskapai penerbangan, kapal pesiar, perhotelan, restoran, pusat belanja dan operator perjalanan.

Dubes RI di Madrid, Yuli Mumpuni Widarso, menyatakan bahwa selama ini KBRI Madrid berpartisipasi bersama agen perjalanan Spanyol yang membuka stand. Namun untuk edisi 2017 ini, KBRI Madrid untuk pertama kalinya membuka Paviliun Indonesia dan bahkan mengundang operator dan agen perjalanan dari Indonesia untuk berpartisipasi agar lebih banyak lagi destinasi yang dapat dipasarkan dan diminati wisatawan mancanegara. Hal ini melaksanakan keputusan Presiden RI yang menargetkan jumlah wisatawan mancanegara mencapai 20 juta pada 2019.
Oleh karena itu, langkah yang diambil oleh KBRI Madrid adalah " jemput bola" seperti di B-Travel ini. Lalu mengundang operator dan agen perjalanan dari Indonesia untuk berpartisipasi, mengisi lahan KBRI, sehingga dapat langsung terjadi transaksi. Paviliun Indonesia diisi oleh stand KBRI Madrid; agen perjalanan Hindia Indonesia Tourism (Jakarta) dan Catur Expediciones (Bali).

Selain itu masih terdapat stand Come2 Indonesia (Bali) yang letaknya di depan Paviliun Indonesia, sehingga hampir semua destinasi di Indonesia yang merupakan endless destinations dapat dipasarkan oleh ketiga perusahaan tersebut.
J. Ramon Ussia pemilik Ussia Tours, Barcelona, kepada Dubes RI menyatakan bahwa pihaknya sangat menghargai inisiatif KBRI Madrid yang menyediakan lahan untuk agen perjalanan Indonesia membuka stand di Paviliun Indonesia sehingga pihaknya dapat langsung bertransaksi dengan agen perjalanan dari Indonesia.
Pada Pameran yang dikunjungi oleh lebih dari 25 ribu profesional dari berbagai negara tersebut, KBRI Madrid telah menyelenggarakan cocktail menyajikan jajan pasar Indonesia seperti lumpia sayur, bakwan, pisang goreng dan putu ayu, mengundang operator perjalanan dari Barcelona, Madrid dan kota-kota lain di Spanyol Utara. Paviliun Indonesia juga menyebarkan booklet, leaflet, dan CD film promosi pariwisata Indonesia.

Menanggapi kegiatan promosi ini, Menpar Arief Yahya begitu antusias. Menurutnya, ini merupakan salah satu wujud nyata dari teknik marketing yang sering digaungkannya. Yakni, " mengail" di kolam tetangga yang sudah pasti banyak ikannya. Yang berarti, mempromosikan Wonderful Indonesia di kota atau negara yang sudah banyak wisatawannya.
" Konsep ini sering dilakukan di market Singapore, selain ada 1,5 juta ekspatriat di sana, juga ada 15,5 juta wisman setiap tahunnya, maka berpromosi di sana, bukan saja menjaring Singaporean di sana, tapi juga wisatawan yang sedang berada di sana," ungkap Menteri Arief Yahya dikutip dari keterangan pers tertulis, Jumat 28 April 2017.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya