Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Koleksi Garuda Kencana Batik Dan Henri Winata Bespoke Menswear. (Source: Garuda Kencana Batik Dan Henri Winata Bespoke Menswear)
Dream - Resepsi pernikahan identik dengan pakaian adat yang dikenakan kedua mempelai. Adat yang dipilih tergantung pada latar belakang keluarga. Namun kini banyak pasangan pengantin muda yang memilih konsep resepsi modern yang tak mewajibkan mereka menggunakan pakaian adat dari daerah tertentu.
Meski tak mengusung adat tertentu, biasanya pasangan pengantin akan memilih pakaian tradisional seperti memakai batik atau kebaya modern.
" Dalam pernikahan, mempelai pria juga berhak mendapat sorotan yang sama terkait pakaian yang mereka kenakan. Untuk menghindari kesan monoton, pemilihan kain yang tepat bagi mempelai pria bisa menjadi solusi atau pembedanya supaya terlihat lebih menarik," ujar Yos Christian Addyputra, Founder Garuda Kencana Batik dalam perilisan koleksi tersebut, Minggu 27 Maret 2022.
Dalam kesempatan kali ini, Yos memperkenalkan koleksi kolaborasi dari Garuda Kencana Batik dan Henri Winata Bespoke Menswear. Keduanya merilis koleksi pakaian pernikahan untuk pria yang bernuansa oriental dan Jawa dengan balutan kain batik tulis.

Foto: Garuda Kencana Batik dan Henri Winata Bespoke Menswear
Melalui koleksi tersebut, mereka juga ingin mengajak masyarakat Indonesia untuk menggunakan kain batik yang merupakan warisan wastra Nusantara di hari besar mereka, seperti lamaran maupun hari pernikahan.
" Kami ingin membuktikan bahwa batik tidak hanya bisa dibuat menjadi kemeja dengan kerah biasa tapi juga bisa dijadikan Changsan Jacket, Mandarin Collar, serta kemeja dengan kerah koko yang mana tidak hanya bisa dipakai untuk bekerja saja, tapi juga momen pernikahan," tutur Henri.

Foto: Garuda Kencana Batik dan Henri Winata Bespoke Menswear
Ketiga koleksinya yang terdiri dari Batik Changsan Jacket, Mandarin Collar, dan Kerah Koko memiliki aksennya masing-masing. Batik Changsan Jacket hadir dengan motif batik naga dan mega mendung serta pilihan warna porcelain yang dapat membuat penampilan mempelai pria lebih menarik.
Sementara Batik Mandarin Collar hadir dalam motif burung phoenix merah yang membuat penampilan mempelai pria lebih sederhana dan elegan.
Terakhir, Batik Kerah Koko hadir dengan potongan kerah koko dan motif batik klasik sebagai persembahan budaya tradisional Indonesia.
Kini, ketiga koleksinya bisa didapatkan melalui Instagram @garudakencanabatik dan @henriwinata.bespoke atau di flagship store Garuda Kencana Batik di Pantai Indah Kapuk.
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya