7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kolaborasi Ari Sanjaya & Desainer Ai Syarif/Dream-Cynthia Male
Dream - Belakangan ini, tren fashion mulai beralih dari pakaian berwarna pastel ke warna yang cerah seperti neon.
Gayanya pun jadi lebih sederhana seperti streetwear. Tren streetwear ini seringkali dipadukan dengan sportswear. Hal ini dipengaruhi tren hidup sehat yang marak dilakukan secara global.
Menyambut tren tersebut, desainer Ai Syarif dan penyanyi Ari Sanjaya berkolaborasi membuat brand sportswear AS. AS sendiri merupakan singkatan dari nama keduanya.

“ Sekitar 3 bulan lalu, Ari ngajak ketemuan untuk membuat konsep brand baru yang lebih edgy, sporty, street style,” ujar Ai di Fashionlink Senayan City, Jakarta Selatan, Kamis, 30 Januari 2020.
Koleksi pertama yang berjumlah 15 artikel ini terinspirasi dari gaya millenial. “ Mereka suka ke gym dan mall dengan pakaian yang praktis, simpel, tapi stylish.”

Gaya koleksinya juga terinspirasi dari tren sportswear dan streetwear secara global di tahun 2018, terutama Amerika.
Akhirnya, mereka menggabungkan kedua tren tersebut dan berhasil membuat koleksi yang terdiri dari T-shirt, sweater, hoodie, celana, topi, kaus, celana pendek, ikat pinggang serta sweatshirt.
Mereka menambahkan detail ritsleting, motif kucing dan buah-buahan seperti stroberi, semangka atau pisang pada pakaian maupun aksesoris berwarna merah, putih, kuning, hijau, biru dan lain-lain.
“ Kami ingin bermain dengan grafis dan foto-foto yang bisa diaplikasikan ke baju. Itu jadi simbol yang menarik. Dan detail ritsleting juga menunjukkan penegasan,” imbuhnya.

Semua koleksi pertamanya merupakan pakaian unisex yang bisa digunakan segala usia.
Meskipun motif kucing dan buah-buahan tidak selalu digunakan oleh orang dewasa, tapi unsur itu yang membuat koleksi berbahan lycra serta kaus ini diminati semua kalangan.
![]()
“ Sekarang orang mau balik lagi seperti anak kecil. Sedangkan, anak kecil maunya kelihatan lebih dewasa. Jadi, kita blend karena nggak masalah kok. Orang nggak peduli dengan apa yang dipakai dan jadi diri sendiri saja.”
Koleksi kolaborasi yang dibanderol mulai dari Rp280 ribu didapatkan segera di Fashionlink Senayan City serta di Canggu, Bali.

“ Kami akan segera ada di e-commerce juga, tapi belum bisa announce karena masih dalam proses. Ditunggu saja,” tutupnya.
Dream - Selain Raditya Dika, kalangan artis yang hobi mengoleksi jam tangan adalah Kevin Julio. Berbeda dengan Dika yang memilih jam mewah yang langka, koleksi jam tangan Kevin lebih beragam.
Uniknya dari belasan koleksi jam tangannya, Kevin memiliki satu arloji peninggalan dari sang kakek yang masih dipakai sampai saat ini.
" Ini sih yang gue pake sehari-hari ini gue suka peninggalan opa sih. Peninggalan opa gue sudah lama banget kan. Lagi suka pake ini," ujar Kevin dalam acara Launching New Collection Fall Winter Tommy Hilfiger Watches by Watch World di Senayan City, Jakarta Pusat, Kamis 23 Januari 2020.

Ternyata hobi Kevin mengoleksi jam tangan karena ia melihat kakeknya yang juga hobi mengkoleksi jam tangan.
Dari beragam koleksi jam tangannya, model vintage alias lawas menjadi salah satu favorit artis yang pernah bermain di sinetron Ganteng Ganteng Serigala itu. Tak heran jika arloji peninggalan kakek masih dikenakan hingga saat ini.
" Kebanggaan laki-laki kan diliat dari jam sama sepatunya, biasanya kan," katanya.
Kevin merasa model jam tangan fancy tak sesuai dengan seleranya. Inilah yang membuatnya jarang membeli jam tangan model kekinian.
Menurut Kevin menggunakan jam tangan seharusnya tidak melulu mengikuti model yang sedang tren. Baginya faktor kenyamanan lebih utama dibandingkan model.
" Lebih nyaman sih, kalau lihat jam enggak harus di handphone juga kan. Enggak minta dilihatin juga jamnya, tapi ya merasa nyaman saja,” katanya.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?