Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
(Sumber Foto: Lianhe Zaobao Via Asiaone.com)
Dream - Sepasang suami istri di Singapura akhirnya mendapatkan anak pertama yang telah diidam-idamkan selama 11 tahun dalam pernikahan mereka.
Namun sayang, sang ibu baru itu harus mengalami nasib yang menyedihkan. Dia mengalami koma setelah melahirkan bayi perempuannya yang lahir prematur.
Kisah bermula ketika wanita hamil berusia 36 tahun yang tak disebutkan namanya tiba-tiba jatuh sakit pada Selasa, 18 Juli lalu setelah merasakan demam pada tubuhnya.
Adik laki-lakinya yang berumur 32 tahun mengatakan kepada wartawan bahwa dia mengira itu adalah flu biasa.
Karena itu, dia membawa kakaknya untuk diperiksa oleh seorang ginekolog. Namun kondisinya tidak segera membaik.
Pria tersebut mengatakan bahwa kakaknya merasa mual dan muntah berkali-kali.
Saat diperiksa...
© Dream
Saat diperiksa, ginekolog menemukan tekanan darah wanita itu tinggi, sementara detak jantung janinnya lebih lambat dari biasanya.
Harian Singapura, Lianhe Wanbao, melaporkan wanita itu segera dilarikan ke sebuah rumah sakit ibu dan anak.
Dokter menyarankan wanita itu segera menjalani operasi cesar untuk mengeluarkan sang bayi.
" Dokter bilang kepada saya bahwa mereka harus segera melakukan operasi untuk mengeluarkan bayi itu. Jika tidak, kakak saya dan bayinya akan berada dalam bahaya," kata adik wanita itu.
Menurut pria itu, keponakannya lahir secara prematur dengan berat hanya 800 gram. Dan kakaknya masih berada di dalam kamar perawatan intensif. Untungnya, kondisinya sudah stabil.
© Dream
Namun, hal yang tak diduga terjadi pada ibu bayi tersebut. Dia ternyata mengalami infeksi yang disebabkan bakteri sehingga hatinya tidak berfungsi.
Pria itu berkata, " Pada hari ketika dia melahirkan, dia masih berbicara dengan kami. Tapi tiba-tiba menjadi begitu sepi malam itu. Kakak saya jatuh koma pada malam berikutnya."
Dia juga mengungkapkan bahwa meski kakaknya menderita Hepatitis B, dia sangat sehat sebelum hamil.
Pria itu mengatakan menurunnya kesehatan kakaknya itu yang mendadak mengejutkan seluruh keluarga.
Karena sekarang kakaknya memerlukan transplantasi hati agar tetap hidup, keluarga wanita itu khawatir tidak bisa menemukan donor dan membiayai pengobatannya.
(Sumber: Asiaone.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya