Aa Gym: Wajah Jasad Syekh Ali Jaber Tersenyum.. Masya Allah

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Kamis, 14 Januari 2021 15:52
Aa Gym: Wajah Jasad Syekh Ali Jaber Tersenyum.. Masya Allah
Aa Gym sempat melayat almarhum di Rumah Sakit Yarsi Jakarta.

Dream - Rekan sesama ulama Syekh Ali Jaber, KH Abdulllah Gymnastiar atau  Aa Gym mengaku terharu saat melayat dai asal Madinah, Arab Saudi itu di RS Yarsi. Pengasuh Pondok Pesantren Daarut Tauhid itu melihat wajah sang Syekh diliputi kebahagiaan.   

Syekh Ali Jaber diketahui tutup usia pada Kamis, 14 Januari 2021 sekira pukul 08.30 WIB di Rumah Sakit Yarsi, Jakarta Pusat. Pria kelahiran Madinah, 3 Februari 1976 itu, meninggal dunia setelah menjalani perawatan selama 19 hari di rumah sakit tersebut.

Meski sempat terkonfirmasi positif Covid-19, pengelola RS Yarsi menyatakan kondisi kesehatan Syekh Ali Jaber sudah stabil. Dari pihak yayasan, mendiang dipastikan tutup usia dalam keadaan sudah negatif Covid-19

(Baca: Syekh Ali Jaber Meninggal dalam Kondisi Negatif Covid-19)

 

1 dari 6 halaman

Kesaksian Aa Gym

Lewat unggahan akun Instagramnya, Aa Gym mengatakan sudah melayat mendiang Syekh Ali Jaber sataa masih berada di Rumah Sakit Yarsi Jakarta.

Menurut Aa Gym yang melihat langsung, jasad Syekh Ali Jaber dalam kondisi tersenyum dan bersih.

" Aa sudah melayat jenazah almarhum Syaikh Ali Jaber. MasyaAlloh wajah yang bersiiih tersenyum...masyaaAlloh...masyaaAlloh. Innaalillahi wainnaa ilaihi roji’uun," kata Aa Gym dalam keterangan videonya di Instagram @aagym.

 

2 dari 6 halaman

Minta Doa

Aa Gym pun meminta kepada seluruh masyarakat untuk mendoakan almarhum. Ia yakin Syekh Ali Jaber wafat dalam keadaan syahid.

      View this post on Instagram      

A post shared by Abdullah Gymnastiar (@aagym)

 

3 dari 6 halaman

Syekh Ali Jaber, Hafal Quran Usia 10 Tahun Jadi Imam Masjid di Madinah Umur 13

Dream - Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un. Syekh ALi Jaber meninggal dunia, Kamis 14 Januari 2021. Pendakwah kelahiran Madinah, Arab Saudi, itu wafat saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Yarsi, Jakarta.

Menurut Ketua Yayasaan Syekh Ali Jaber, Habib Abdurrahman Alhabsyi, pendakwah 44 tahun yang dirawat karena terpapar Covid-19 itu meninggal dunia pada pukul 08.30 WIB.

" Dalam keadaan negatif Covid," kata Habib Abdurrahman Alhabsyi di Instagram Yayasan Syekh Ali Jaber.

Lewat unggahan itu pula, Habib Abdurrahman Alhabsyi meminta umat Islam mengikhlaskan kepergian Syekh Ali Jaber.

" Mohon dimaafkan segala kesalahan beliau. Semoga diterima segala amal shaleh beliau," tambah dia.

4 dari 6 halaman

Alhamdulillah,  Syekh Ali Jaber Resmi Jadi WNI© MEN

Pria bernama asli Ali Saleh Muhammad Ali Jaber merupakan seorang pendakwah asal Madinah yang berkewarganegaraan Indonesia.

Syekh Ali Jaber lahir di Madinah, Arab Saudi, 3 Februari 1976 atau 3 Shafar 1396 Hijriyah. Dia merupakan sulung dari 12 bersaudara.

Syekh Ali Jaber menjalani pendidikan formal dari ibtidaiyah hingga Aliyah di Kota Nabi tersebut. Lulus dari sekolah menengah, Syekh Ali Jaber melanjutkan pendidikan khusus pendalaman Alquran pada tokoh dan ulama ternama di Arab Saudi.

Sejak kecil, dia mendapat bimbingan langsung dari sang ayah, yang merupakan seorang penceramah agama. Pada usia 10 tahun, Syekh Ali Jaber telah menghapal 30 juz Alquran. Pada usia 13, dia bahkan menjadi imam salah satu masjid di Kota Madinah.

5 dari 6 halaman

Sejak 2008, dia mulai berdakwah di Indonesia. Pada tahun itu pula, Syekh Ali Jaber menikah dengan Umi Nadia, wanita asal Lombok, Nusa Tenggara Barat, dan dikaruniai satu anak, Hasan.

Awal mula kedatangannya ke Indonesia sebenarnya hanya untuk kunjungan silaturahmi saja. Soalnya, saat ditelusuri ia memiliki hubungan darah dengan Indonesia. Kakeknya kelahiran Jawa Tengah.

Baca juga: Kisah Syekh Ali Jaber Jadi WNI, Sang Kakek Ternyata Kelahiran Jawa Tengah

" Sebenernya pertama kali saya ke Indonesia hanya kunjungan silturahmi karena ada hubungan darah ke Indonesia. Ternyata sejak saya di Indonesia ingin kenal keluarga, siapa saja keluarga saya. Ternyata saya menemukan kakek saya kelahiran bumi ayu, Jawa Tengah," terang Syekh Ali.

" Bahkan salah satu juga saudara dari kakek saya adalah yang jadi korban tewas jajah Jepang. Menurut saya, saya Arab asli. Jadi Arab asli tapi darah saya tidak jauh dari Indonesia," sambungnya.

6 dari 6 halaman

Syekh Ali Jaber resmi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) pada tahun 2012. Syekh Ali Jaber disambut baik oleh warga Muslim Indonesia. Dakwahnya memang menyejukkan. Segala penjelasannya gamblang disertai dalil Alquran dan hadis.

Sejak menjadi WNI, Syekh Ali Jaber kerap berkeliling Indonesia untuk berdakwah. Dia juga mengisi berbagai program dakwah di televisi tanah air.kecil di pelosok kota dan daerah.

Momen Haru Syekh Ali Jaber Cium Kaki dan Tangan Bocah Penghafal Alquran© MEN

Beri Komentar