Lecehkan Penumpang Wanita, Driver Grab Dipecat

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Rabu, 14 Agustus 2019 10:00
Lecehkan Penumpang Wanita, Driver Grab Dipecat
Grab Indonesia sudah memtusukan kerja sama dengan mitra yang melakukan pelecehan tersebut

Dream - Manajemen Grab Indonesia menyesalkan insiden pelecehan yang dialami pelanggannya di Surabaya, Jawa Timur. Grab menyatakan telah mengambil tindakan tegas kepada mitra driver yang diduga menjadi pelaku pelecehan tersebut.

" Kami telah bertindak tegas terhadap laporan tersebut berdasarkan SOP/prosedur perusahaan," ujar Juru Bicara Grab Indonesia, Vishnu Mahmud dalam keterangan tertulisnya kepada Dream, Selasa 13 Agustus 2019.

Vishnu mengatakan Grab Indonesia secara tegas tidak memberikan toleransi kepada mitra driver yang melakukan kekerasan, pelecehan seksual, dan kasus pelanggaran hukum lainnya. Grab juga menyatakan telah menghentikan kerja sama dengan mitra yang bersangkutan.

" Karena itu kami telah memutus kemitraan dengan mitra pengemudi tersebut setelah menyelidiki secara mendalam serta bekerja sama intensif dengan pihak kepolisian setempat untuk investigasi lebih lanjut," ucap Vishnu.

Selain itu, Grab Indonesia juga menawarkan bantuan pemulihan psikososial tanpa biaya kepada korban. Layanan ini disediakan atas kerja sama Grab dengan lembaga penyedia layanan yang direkomendasikan oleh Komisi Nasional Anti-Kekerasan Terhadap Perempuan (Komnas Perempuan).

" Keselamatan merupakan hal utama bagi Grab dan kami terus mengembangkan fitur teknologi keselamatan yang inovatif, melakukan seleksi yang ketat dan teruskan meningkatkan pelatihan dan edukasi bagi mitra pengemudi kami," kata dia.

1 dari 5 halaman

Dilecehkan Driver Ojol, Penumpang Wanita Nekat Lompat dari Motor

Dream - Seorang wanita yang tak disebutkan namanya menjadi korban pelecehan driver ojek online.

Dilansir dari unggahan akun Facebook Jemi Ndoen, Selasa 13 Agustus 2019, korban mendapat perlakuan tak senonoh itu saat menumpang ojek online dari Bungurasih ke Dukuh Kupang, Surabaya, Jawa Timur.

Driver ojek online itu diduga berapa kali ingin menyentuh bagian tubuh korban, saat melintasi kawasan Sumur Welut.

" Kronologinya.. korban menumpang grab dari bungurasih kearah dukuh kupang... korban dibawa ke arah sumur welut. Di perjalanan korban digerayangi.. dan korban lgs loncat. Korban sementara diamankan warga rusunawa sumur welut. mohon bantuan nya,"  ungkap akun Jemi Ndoen.

2 dari 5 halaman

Loncat dari Motor

Akibat ulah tak senonoh driver, korban yang merasa dilecehkan nekat melompat dari motor. Kemudian perempuan itu mendapat pertolongan warga.

Akun Jemi Ndoen juga menyebutkan identitas dan nomor plat dari driver ojek online itu.

 Pelecehan

3 dari 5 halaman

Menyita Perhatian

Usai diunggah pada beberapa waktu lalu, unggahan itu menyita perhatian warganet. Hingga kini, postingan itu telah dibagikan lebih dari 3.700 kali.

Sementara itu banyak warganet yang menyayangkan aksi pelecehan yang dilakukan driver ojek online itu.

" Kurangajar iku. Gk niat bekerja,"  tulis akun Gembot Biebh.

" SALAH SATU BUKTI... Kejahatan seksual / pelecehan bukan gara2 pakaian sexy, pakai rok mini," ungkap akun Eria Andi Anggoro.

" wes masuk ranah pelecehan seksual, kudu ditangkep,"  ujar akun Trihakni Putra.

4 dari 5 halaman

Grab Bebaskan Tagihan Penjual Nasi Bebek Korban Order Fiktif Rp40 Juta

Dream - Aplikasi perpesanan Grab menjawab keresahan yang dialami penjual nasi bebek asal kota Malang, Riski Riswandi dan Fitri Dwi Astuti. Pasangan ini mengeluhkan tentang palsu atau order fiktif.

Pemilik Warung Bebek Ciphuk disebut merugi hingga Rp40 juta.

Mendapat laporan tersebut, Grab memastikan pesanan fiktif tersebut tidak akan tercatat sebagai beban biaya bagi pemilik Warung Bebek Ciphuk.

" Grab tidak akan membebankan biaya apapun kepada pihak merchant," tulis Grab dalam keterangan resminya, Jumat, 2 Agustus 2019.

Manajemen Grab memastikan kerugian yang ditimbulkan oknum akan sesegera ditindaklanjuti. Grab juga akan memberikan informasi Riski mengenai peristiwa ini.

" Kejadian ini akan segera ditindak lanjuti karena kemitraan dengan para merchant merupakan prioritas bagi Grab dan merupakan pilar penting dari seluruh kegiatan operasional dan layanan kami," kata dia.

5 dari 5 halaman

Pesanan Ojol Fiktif, Penjual Nasi Bebek Rugi Rp40 Juta

Dream - Sepasang suami istri penjual nasi bebek di kota Malang, Jawa Timur, Riski Riswandi dan Fitri Dwi Astuti, merugi hingga Rp40 juta. Perkaranya, karena pesanan fiktif dari aplikasi ojek online.

Riswandi telah melaporkan masalah pesanan fiktif itu ke Polres Malang Kota. 

Laporan Liputan6.com, Riski dan Fitri merupakan pengelola warung makan Bebek Ciphuk di Pujasera Jalan Tumenggung Suryo, 17 D, Kota Malang.

Ketika hendak direnovasi, pengelola pujasera bersepakat dengan warung untuk tutup hingga perbaikan selesai.

Awal Juli, Fitri melapor secara online ke layanan GrabFood agar menutup akun warung di pujasera itu dan mengajukan pindah alamat.

Pada Sabtu hingga Senin kemarin, ada surat elektronik berisi pemberitahuan laporan total transaksi. Dalam sehari nilai transaksi yang terjadi sebesar Rp10 juta hingga Rp15 juta. Total keseluruhan transaksi tersebut kurang lebih Rp40 juta.

" Padahal warung saya kan tutup, tentu saja tidak pernah melayani pembelian apapun," kata dia.

Beri Komentar
Tutorial Ikuti Audisi LIDA 2020 Indosiar di KapanLagi Lewat Handphone