Adik Sultan Hamengkubu Buwono X Meninggal Dunia

Reporter : Maulana Kautsar
Senin, 22 Juli 2019 14:34
Adik Sultan Hamengkubu Buwono X Meninggal Dunia
GBPH Cakraningrat menjabat Pengageng Tepas Danartapura.

Dream - Adik Sultan Hamengkubuwono X, GBPH Cakraningrat meninggal dunia di RS Abdi Waluyo, Jakarta, Minggu, 21 Juli 2019, pukul 20.38 WIB.

Dilaporkan , Cakraningrat merupakan anak kedua dari pasangan Sri Sultan HB IX dengan Kanjeng Ratu Ayu (KRA) Ciptamurti.

Semasa hidupnya, GBPH Cakraningrat lebih banyak tinggal di Jakarta. Cakraningrat menjabat sebagai Pengageng Tepas Danartapura yang mengurusi keuangan keraton di Keraton Yogyakarta.

" Beliau memang punya ketertarikan dan keahlian di bidang ekonomi," ujar Pengageng Tepas Dwarapura (Humas Keraton Yogyakarta), KRT Jatiningrat atau kerap disapa Romo Tirun, Senin, 22 Juli 2019.

1 dari 5 halaman

Seni Membatik

Romo Tirun menuturkan, semasa hidupnya GBPH Cakraningrat yang memiliki nama kecil RM Prasasto ini punya ketertarikan di bidang seni membatik. Selain tertarik dengan batik, Romo Tirun juga menyebut GBPH Cakraningrat juga aktif dalam upaya pelestarian batik.

" Beliau punya ketertarikan pada seni batik. Sangat tertarik dengan batik dan upaya pelestariannya," kata Romo Tirun.

Sebelum dimakamkan, jenazah GPBH Cakraningrat disemayamkan sebentar di kediaman GBPH Prabukusumo yang berada di Alun-alun Selatan, Kota Yogyakarta. Jenazah tiba di kediaman GBPH Prabukusumo sekitar pukul 12.00 WIB usai diberangkatkan lewat jalur darat dari Jakarta.

Menurut rencana, pukul 14.00 WIB, jenazah GBPH Cakraningrat akan dishalatkan di Masjid Gede Keraton Yogyakarta. Jenazah akan dikebumikan di kompleks pemakaman Keraton Yogyakarta di Kotagede.

Sumber: 

2 dari 5 halaman

Kerennya Gaya Pangeran Keraton Surakarta

Dream - Tak hanya di Inggris yang memiliki pangeran ganteng seperti Pangeran Harry maupun Pangeran William, di Indonesia juga ada lho pangeran yang keren berasal dari Keraton Solo.

Adalah Gusti Pangeran Haryo Paundrakarna Jiwo Suryonegoro atau lebih biasa dikenal sebagai Paundrakarna. Sosoknya yang gaul dan fashionable menjadikan Paundrakarna kembali aktif di dunia hiburan tanah air.

 paundra

(Instagram.com/@gphpaundrakarna1)

Paundra merupakan anak dari pasangan Kanjeng Gusti Pangeran Aryo Adipati Mangkunegara IX dan Sukmawati Soekarnoputri. Namun kedua orang tua Paundra memilih untuk berpisah.

Wajah ganteng Paundra belum lama ini menghiasi dunia perfilman Indonesia, karena ia mendapatkan peran di film Rudy Habibie.

 

 paudnra

(Instagram.com/@gphpaundrakarna1)

Mau tau kerennya gaya Paundra? Ikuti akun instagramnya di @@gphpaundrakarna1

3 dari 5 halaman

Sempat Diprotes karena Foto, Jupe Diundang Keraton Solo

Dream - Foto Julia Perez atau Jupe belum lama ini disandingkan dengan Gusti Raden Ayu Siti Nurul Kamaril Ngasarati Kusumawardhani atau Gusti Nurul.

Foto yang diunggah akun penggemar Jupe itu pun memicu pro dan kontra. Tapi bagi Jupe hal tersebut wajar dilakukan di sosial media.

" Ya namanya juga manusia, ya saya sering banget dibilang mirip Nike Ardila, dll. Itu normal, namanya juga fans. Jadi buat saya itu sah-sah saja, " kata Jupe, Sabtu 29 Oktober 2016.

 Reaksi Julia Perez Disandingkan dengan Gusti Nurul

Jupe sendiri mengaku penggemar Gusti Nurul. " Kebetulan saya juga sangat menyukai Gusti Nurul sebagai penari kerajaan, bangsawan. Kebetulan semua fans yang pada ke museumnya sering nge-tag aku, bilang mirip banget, " pungkasnya.

Salah satu netizen yang mengaku keturunan Gusti Nurul diduga marah melihat foto tersebut. Namun Jupe mengatakan keluarga Gusti Nurul, tidak memprotes foto tersebut.

" Katanya itu cucunya. Ternyata ada yang asli keturunannya justru mensupport ya. Biasalah haters dihina-hina jupenya. Tapi emang Tuhan selalu menolang umatnya. Saya merasa tidak ada yang salah di foto itu, " ungkap Jupe.

 Busana Umroh Jupe Dinilai Berlebihan

Dari situlah kemudian Jupe diundang oleh pihak keraton Solo untuk bersilaturahmi. " Makanya saya dapat berkah ke mangku negara, keraton Solo, untuk silaturahmi, " ucapnya.

4 dari 5 halaman

Simbol-simbol Islam di Keraton Yogyakarta

Dream - Agama Islam memiliki ikatan yang sangat kuat dengan pemerintah dan rakyat di Yogyakarta. Salah satunya bisa dilihat dari simbol-simbol Islam dalam bangunan khas Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, yang dijadikan tempat pembukaan Kongres Umat Islam Indonesia VI.

Menurut Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X, Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat memiliki simbol-simbol Islam. Di antaranya 64 tiang yang menyangga bangunan Pagelaran Keraton, menandakan usia Rasulullah Muhammad dalam perhitungan tahun Jawa. Klik di sini.

" Kondisi ini menunjukkan akulturasi buidaya dan sejarah Islam dengan tahun Saka ala Jawa," tutur Sri Sultan Hamengku Buwono X sebagaimana dikutip Dream dari dmi.or.id, Rabu 11 Februari 2015.

Pernyataan ini dikeluarkan oleh Sri Sultan dalam acara pembukaan KUII VI di Keraton Pagelaran Yogyakarta pada Senin 9 Februari. Menurut dia, terpilihnya Yogyakarta sebagai tuan rumah penyelenggara KUII VI merupakan napak tilas dari peristiwa historis KUII I yang telah menghasilkan kesepakatan fenomenal bagi ummat Islam.

" Terdapat makna historis, introspeksi dan retrospeksi dari pelaksanaan KUII VI di Yogyakarta. Pasalnya, KUII I mampu menghasilkan keputusan yang luar biasa dampaknya bagi umat Islam," ujar dia.

KUII VI dibuka oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla. Kongres lima tahunan bertema " Penguatan Peran Politik, Ekonomi, dan Budaya Umat Islam untuk Indonesia yang Berkeadilan dan Berperadaban sebagai Sebuah Manifestasi Komitmen Umat Islam terhadap NKRI yang Berdasarkan Pancasila" itu berlangsung hingga hari ini dan ditutup oleh Presiden Joko Widodo di Hotel Inna Garuda. (Ism)  [crosslink_1]

5 dari 5 halaman

Gusti Noeroel, Putri Keraton yang Dicintai Soekarno Wafat

Dream - Istana Mangkunegaran, Surakarta, berduka. Gusti Raden Ayu (GRAy) Siti Noeroel Kamaril Ngasarati Koesoemowardhani Soerjosoejarso atau yang karib disapa Gusti Noeroel meninggal dunia di Rumah Sakit St Carolus, Bandung, Selasa kemarin, pukul 08.20 WIB.

" Ibu meninggal di Bandung karena gerah sepuh," kata Putra pertama Gusti ‎Noeroel, KPH Sularso Basarah Soerjosoejarso, di Pura Mangkunegaran, Solo, Rabu 11 November 2015. Gusti Noeroel wafat dalam usia 94 tahun.

Jenazah telah tiba di Pura Mangkunegara pada hari Rabu sekitar pukul 08.00 WIB. Gusti Noeroel akan dikebumikan di kompleks pemakaman keluarga Mangkunegara di Astana Girilayu, Matesih, Kabupaten Karanganyar.

" Beliau tiba di Pura Mangkunegara Rabu pagi setelah diterbangkan dari Jakarta. Sebelumnya jenazah diberangkan dengan perjalanan darat dari Bandung menuju Jakarta sebelum diterbangkan ke Solo," jelas Sularso Basarah.

Semasa muda, Gusti Noeroel menjadi " rebutan" banyak tokoh nasional untuk dipersunting. Di antaranya Bung Karno, Sutan Syahrir, dan Sri Sultan Hamengkubuwono IX. Sultan Jawa itu ingin menjadikan Gusti Noeroel sebagai permaisuri.

" Beliau merasa tidak nyaman karena Ngarso Dalem (Sri Sultan) sudah punya garwo (istri). Jadi ibu tidak mau menyakiti garwo Ngarso Dalem lainnya. Untuk itu lebih baik tidak menerima pinangan itu," kata dia.

Bung Karno juga jatuh hati dengan Gusti Noeroel. Kala itu, sang Proklamator Bangsa tengah mencari istri untuk " first lady" . Namun Gusti Noeroel tak bersedia. " Saat itu Bung Karno belum sama ibu Fatma. Ibu nggak suka yang sifatnya bersuami seorang politisi kan nanti sering ditinggal-tinggal, jadi tidak nyaman," jelas Sularso Basarah.

Sularso Basarah menambahkan, selain kedua tokoh itu, ada pula Sutan Syahrir. Bahkan, saat itu Syahrir sering sekali memberikan hadiah kepada Gusti Noeroel. Begitupun sebaliknya. Namun, Gusti Noeroel tidak begitu sreg dengan aktifitas politik yang digeluti Syahrir. " Ya karena aktifitas berpolitik itu yang kurang disenangi Beliau," papar dia.

Akhirnya, cinta Gusti Noeroel berlabuh ke hati seorang perwira militer bersama, Soerjosoejarso. Mereka dikaruniai tujuh anak. Gusti Noeroel juga dikaruniai 14 cucu serta 4 cicit.

Salah satu momen mengesankan adalah saat Gusti Noeroel menari dalam acara pernikahan Putri Juliana dengan Pangeran Benhard di Kerajaan Belanda tahun 1937. Saat menari, iringan gamelan disiarkan langsung dari ndalem Pura Mangkunegaran yang disiarkan melalui siaran radio Solosche Radio Vereeniging.

Gusti Noeroel juga dikenal sangat gemar olahraga berkuda, tenis, dan renang. Bahkan, anak-anaknya pun dilatih untuk bisa berkuda. " Adik-adik saya juga dilatih untuk bisa berkuda," ujar Sularso.

Laporan: Ben Satrian

Beri Komentar
Canggih, Restu Anggraini Desain Mantel dengan Penghangat Elektrik