Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Foto : Ninel Karacakova/Newsflash)
Dream - Kita pasti pernah mendengar kabar ada hewan yang lahir dengan bentuk tidak lazim. Tidak perlu berpikir macam-macam, karena fenomena itu bisa dijelaskan secara ilmiah. Bisa jadi hewan-hewan itu lahir dengan bentuk aneh karena kelainan genetika.
Kisah terbaru soal hewan terlahit dengan bentuk unik datang dari sebuah peternakan di Desa Matkechik, Khakassia, Rusia. Seekor sapi lahir dengan fisik yang tak biasa ini langsung menjadi berbincangan banyak orang.
Bagaimana tidak, normalnya berkepala satu, namun anak sapi ini lahir dengan kepala dua. Sudah begitu, bentuk badannya tak kalah aneh, mirip dengan seekor babi.
Simak ulasannya berikut ini:
Dikutip dari Daily Star, anak sapi itu sebenarnya lahir dari induk yang normal. Selain kepala dan badan yang aneh, anak sapi itu memiliki kulit berwarna pink layaknya hewan babi.

Sayangnya, anak sapi tersebut mati setelah lahir. Induk anak sapi tersebut juga turut mati setelah beberapa hari kemudian. Dalam foto yang beredar tampak anak sapi itu telah mati dengan dua lidah yang menjulur ke luar.
Saking hebohnya pemberitaan tentang kelahiran sapi berkepala dua ini, Departemen Kedokteran Hewan Kementerian Pertanian dan Pangan Republik Khakassia ikut buka suara.
" Kasus sapi aneh itu memang terjadi di Desa Matkechik, Distrik Beysky. Menurut pemiliknya, anak sapi itu lahir mati dan merupakan anak pertama dari sapi itu," paparnya.
Departemen Kedokteran Hewan Kementerian Pertanian dan Pangan Republik Khakassia mangatakan jika spai itu terlahir dengan kelainan genetic (mutasi).
Hal tersebut terjadi karena perubahan genom. Sementara itu, penyebab utamanya bisa terjadi karena faktor lingkungan eksternal dan internal.
" Mutasi adalah perubahan yang diwariskan dalam genom, yang timbul sebagai akibat dari pengaruh mutagenik tertentu, serta dalam kondisi buatan (percobaan). Juga, mutasi dapat terjadi selama perkawinan silang," lanjutnya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya