Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Www.ohbulan.com)
Dream - Sementara kita mengeluh dan merasa tidak cukup dengan apa yang ada. Di luar sana, banyak orang yang butuh upaya keras demi makan. Karena itulah, cobalah untuk selalu berlapang dada dan bersyukur dengan pemberian Tuhan kepada kita.
Kisah yang diceritakan laman Facebook Info Ibu Hamil ini sungguh menyedihkan. Seorang ayah dan anak ke warung tapi hanya bisa memandang lauk pauk yang dipajang dan tak mampu membeli karena tidak ada uang.
Baju dan Celana Lusuh, Mungkin Orang Susah
Ini cerita ketika ada seorang lelaki dengan anaknya ke sebuah warung. Saat itu saya duduk dengan anak saya yang rewel minta minum.
Lelaki itu terlihat tua dengan pakaian lusuh dan kaki tangan menghitam berminyak. Sementara anaknya nampak kurus, dan terlihat gemetar. Mungkin mereka dari keluarga susah. Saya perhatikan saja keduanya.
Lelaki itu memegang piring berisi nasi putih. Namun dia hanya mondar-mandir di depan etalase warung yang berisi aneka lauk. Ayah-anak itu memang menarik perhatian orang-orang di warung. Sebagian dengan pandangan sinis seperti geli lihat penampilan mereka yang lusuh.
Beberapa saat kemudian lelaki tersebut berhenti di depan etalase sambil matanya menatap beberapa jenis lauk yang dipajang. Sementara anaknya menunjuk-nunjuk ke salah satu lauk. Tapi lelaki itu tak juga mengambil lauk yang diminta anaknya.
© Dream
Dream - Akhirnya lelaki itu hanya mengambil kuah sayur saja. Lelaki itu tidak mengambil isi sayur itu atau lauk secuil pun. Anaknya diam saja, tak bicara sepatah kata pun, ketika ayahnya menyodorkan sepiring nasi putih hanya dengan kuah itu kepadanya.
Saat itu saya merasa terenyuh dengan pemandangan tersebut. Apalagi mereka juga tak pesan minuman. Lelaki itu duduk di sebelah anaknya yang sedang makan nasi putih dengan kuah sayur saja.
Dia hanya mengambil beberapa nasi yang jatuh di meja dan memasukkan ke dalam mulutnya. Sedih melihatnya.
Waktu itu mengalir air mata saya. Susahnya hidup mereka. Kita sudah merasa hidup susah, rupanya ada lagi yang lebih susah dari kita.
© Dream
Dream - Sungguh sedih melihat ayah-anak itu. Saya kemudian ke kasir untuk membayar minuman anak saya sekaligus memesan sepiring nasi lengkap dengan lauk pauknya sekali.
Kemudian saya minta tolong pelayan untuk mengantar nasi tersebut ke meja lelaki tadi. Awalnya lelaki itu menolak karena dia tidak mampu membayar nasi tersebut. Namun pelayan itu mengatakan nasi tersebut gratis karena ada yang membelikan.
Anak lelaki itu pun melihat ke sepiring nasi yang lengkap dengan isinya itu. Namun dia tidak sedikit pun merengek ke ayahnya untuk makan nasi tersebut. Akhirnya lelaki itu menerima nasi yang diantarkan oleh pelayan.
Saya berjalan ke mobil, dan memperhatikan ayah-anak tadi dari jauh. Terkejut saya ketika melihat lelaki itu menangis. Kepalanya tertunduk sambil tangannya mengusap-usap air mata yang membasahi pipinya. Sesekali dia belai dan cium kepala anaknya yang tengah makan nasi yang diantar pelayan tadi.
Ya Allah, sesak dada oleh kesedihan tengok lelaki itu menangis sambil peluk anak dia. Saya terus peluk kedua anak saya sambil ikut menangis.
Bersyukurlah dengan apa yang kita punya sebab tidak semua orang dapat merasakan nikmat kesenangan. Kita susah, ingat, ada lagi orang lain yang jauh lebih susah dari kita. Semoga Allah memelihara ayah-anak itu.
(Ism, Sumber: ohbulan.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya