Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Presiden AS Donald Trump Berbisik Kepada Menlu Rex Tillerson
Dream - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam akan menahan bantuan miliaran dolar untuk negara-negara yang menentang pengakuan AS bahwa Yerusalem adalah ibu kota Israel.
Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa akan mengadakan sidang darurat pada Kamis, 21 Desember 2017, untuk merancang resolusi yang mengungkapkan `penyesalan mendalam atas keputusan baru-baru ini atas status Yerusalem`.
Sidang Majelis Umum tersebut digelar setelah Resolusi di Dewan Keamanan PBB di veto oleh AS. Sementara itu, 14 negara anggota lainnya mendukung resolusi itu.
Inggris, Perancis, Italia, Jepang, dan Ukraina termasuk di antara 14 negara yang mendukung resolusi pada Senin, 18 Desember 2017. Mereka diharapkan dapat melakukan hal yang sama saat sidang Majelis Umum.
Berbicara dari Gerung Putih, Washington DS, AS, Trump marah atas tindakan 14 negara yang menolak memberikan dukungan pada keputusan AS.
" Mereka mengambil ratusan juta dolar dan bahkan miliaran dolar, kemudian mereka memilih untuk melawan kita," kata Trump, dikutip dari News Sky, Kamis, 21 Desember 2017.
" Baiklah, kita melihat suara itu, biarlah mereka memilih melawan kita, kita akan menghemat banyak, kita tidak peduli."
Sementara itu, Israel secara intensif telah melobi negara-negara anggota PBB untuk menentang resolusi tersebut.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, Duta Besar AS untuk PBB Nikki Haley usai sidang Dewan Keamanan mengirimkan email kepada para duta besar untuk PBB. Dalam surat itu, Nikki menulis bahwa Trump akan 'menonton pemungutan suara ini dengan saksama dan telah meminta saya melaporkan negara-negara yang melawan kita (AS)'.
(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya