Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (http://www.ibtimes.co.uk/)
Dream - Bukannya berterima kasih, seorang ayah muda malah menembak dokter yang telah membantu istrinya melahirkan anak pertama. Pria itu menembak sang dokter dengan pistol dari jarak dekat.
Peristiwa itu terjadi di Arab Saudi pada bulan lalu. Pria itu tak terima karena sang dokter lelaki itu melihat aurat sang istri. Dia yakin dokter itu tidak seharusnya membantu istrinya, meski dalam kasus persalinan.
Namun beruntung, meski ditembak pada bagian dada, nyawa dokter nahas itu, Mohannad al-Zubn, masih bisa diselamatkan. Dia dilaporkan pulih setelah dirawat di rumah sakit.
Menurut Juru bicara Rumah Sakit King Fahad Medical City di Riyadh, luka tembak yang diderita oleh dokter asal Yordania itu tidak sampai mengancam jiwa.
Laman The New Arab melaporkan, sesaat sebelum penembakan terjadi, pelaku pergi ke rumah sakit dan minta bertemu dengan dokter. Menurut media yang berbasis di London, Inggris itu, pria ini berdalih ingin berterima kasih padanya.
Namun, ketika mereka bertemu di taman luar rumah sakit, pelaku mengeluarkan pistol dan menembak dokter Mohannad. “ Pelaku datang ke rumah sakit mencari dokter dan menembaknya di dada,” kata juru bicara itu.
“ Dia berniat membunuhnya karena membantu istrinya melahirkan anaknya,” tambah dia. Setelah menembak Mohannad, pria itu melarikan diri, namun ditahan oleh polisi.
Arab Saudi memiliki hukum sangat ketat yang mengatur pemisahan gender di tempat umum. Dokter pria di Arab Saudi diizinkan menangani pasien perempuan jika benar-benar dalam keadaan mendesak, dan harus ditemani oleh seorang wali laki-laki pasien.
Pada tahun 2014, Departemen Kesehatan mengeluarkan instruksi bahwa para pekerja medis laki-laki hanya bisa memeriksa pasien wanita jika seorang perawat wanita juga hadir.
“ Perempuan dilarang mengekspos bagian tubuh ke dokter pria dalam hukum Islam, terutama saat melahirkan. Namun tidak termasuk darurat medis. Hukum Islam membuat pengecualian,” kata Qais al-Mubarak, anggota Dewan Ulama Senior Saudi.
Pada tahun 2011, lebih dari 100 dokter dan tokoh agama mendesak Kementerian Kesehatan untuk membangun rumah sakit khusus perempuan. Seorang wanita Saudi meluncurkan kampanye dengan membuat kelompok Facebook yang disebut Rumah Sakit Murni untuk melobi terbentuknya rumah sakit khusus perempuan.
“ Pencampuran pria dan wanita di rumah sakit dan tempat-tempat lain mengarah ke korupsi dan kejahatan seperti bertukar pandang, hilangnya pemisah antara laki-laki dan perempuan, dan hubungan yang dilarang dalam Islam,” kata wanita itu seperti dikutip oleh Arab News.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya