Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Siapa Sangka Turis Harus Merogoh Kocek Dalam Jika Ingin Tinggal Seharian Di Bhutan. (Foto: Sinar Harian)
Dream – Terletak di Gunung Himalaya, terapit India dan China, Kerajaan Bhutan mungkin menjadi negara yang jarang dikunjungi orang. Tetapi, bukan berarti biaya hidup di sana murah.
Seorang turis harus mengeluarkan uang lebih dari Rp2 juta. Uang sebanyak itu diperlukan untuk kebutuhan hidup jika ingin seharian di sana.
Diberitakan Sinar Harian, Rabu, 10 Mei 2017, jumlah wisatawan ke Bhutan hanyalah 209.570 orang pada 2016, menurut laporan CNN. Walau terbilang sedikit, angka turis ini meningkat 3,5 persen dibandingkan dengan tahun 2015.
Alasan utamanya, negara ini jarang dikunjungi karena akses yang cukup sulit. Terlebih, negara ini hanya memiliki satu bandara.
Diperkirakan hanya ada beberapa pilot di dunia yang punya lisensi untuk menerbangkan pesawat melalui pegunungan di Bhutan. Sehingga, mereka yang berhasil menjejakkan kaki ke Bhutan akan merasa mendapatkan imbalan yang tak ternilai.
Selain itu, keindahan alam yang disuguhkan Bhutan dapat menambah kebanggaan.
Tetapi, pemerintah Bhutan mengeluarkan kebijakan, yang dianggap sebagai wisata mewah. Kebijakan itu berupa penerapan biaya sebesar US$200 (Rp2,6 juta) bagi para wisatawan.
Biaya ini bisa digunakan untuk akomodasi, transit, pemandu wisata, dan lain-lain.
Sekadar informasi, negara yang berjulukan The Land of The Thunder Dragon itu punya beragam tujuan wisata. Mulai dari pemandangan yang indah sampai tradisi kuno yang masih terjaga keasliannya.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya