Mengintip 'Pra Sertijab' Wapres JK dan KH Ma'ruf Amin

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Rabu, 17 Juli 2019 18:00
Mengintip 'Pra Sertijab' Wapres JK dan KH Ma'ruf Amin
Tawa menggema di ruangan pertemuan.

Dream - Ada yang unik dalam acara Halal Bihalal Dewan Masjid Indonesia di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Rabu 17 Juli 2019. Jusuf Kalla, sang Ketua DMI, memberikan potongan tumpeng kepada Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia, KH Ma'ruf Amin.

" Jadi ini seperti pra-serah terima," ujar Wakil Presiden yang beken dengan panggilan JK tersebut, yang disusul tawa para hadirim.

KH Ma'ruf Amin memang akan menggantikan posisi Jusuf kalla sebagai wakil presiden. Mantan Rais Aam Pengurus Besar nahdlatul Ulama itu baru saja memenangi Pilpres 2019, bersama Joko Widodo.

Sehingga, semua tamu undangan dalam halal bihalal yang mengerti maksud JK tertawa. Suasana halal bihalal pun berlangsung meriah.

Dalam acara tersebut, terlihat sejumlah tokoh masyarakat yang hadir. Selain JK dan KH Ma'ruf Amin, terlihat pula Ketua Umum PBNU, Kiyai Said Aqil Siradj, serta beberapa tokoh ormas dan ulama lain.

Acara tersebut dibuka terlebih dahulu dengan sambutan KH Ma'ruf Amin dan JK. Setelah itu, acara pembukaan dengan ditandai pemotongan tumpeng.

Dalam halal bihalal ini juga diisi dengan seminar bertema Islam rahmatan lil alamin atau wasathiyah. Para pembicara juga menyampaikan mengenai pentingnya menyebarkan Islam yang moderat, toleran dan pentingnya saling menghormati satu sama lain.

1 dari 5 halaman

Bicara Pengaruh NU, KH Maruf Amien: `Dehem` Saja, Gemeter Semua

Dream - Ketua nonaktif Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma'ruf Amin mengatakan, Nahdlatul Ulama (NU) merupakan organisasi Islam yang bertugas menjaga agama dan negara. Di awal pendiriannya, NU dibuat untuk mengantisipasi berkembangnya paham dari luar.

" NU didirikan untuk mengantisipasi berkembangnya paham wahabi yang ketika itu berpusat di Saudi Arabia. Ulama kita utus Komite Hijaz supaya bekas (peninggalan) Rasulullah dan sahabat tidak dihancurkan oleh pemerintah Arab," ujar Ma'ruf di Hotel Bidakara, Jakarta, Senin, 28 Januari 2019.

Menurut Ma'ruf, setelah kembali dari Arab Saudi Komite Hijaz berubah namanya menjadi NU. Harapannya, sebagai penangkal gerakan wahabi masuk ke Indonesia.

Selain itu, Ma'ruf juga menyampaikan bahwa NU merupakan organisasi keagamaan yang memiliki pengaruh besar di Tanah Air.

" Kalau soal pengaruh saya kira satu-satunya organisasi yang paling ditakuti adalah NU. Yang lain hanya puluhan ribu, ratusan ribu, kalau NU kan jutaan, jangankan teriak, dehem saja orang gemetar semua," ucap dia.

Calon wakil presiden nomor urut 01 ini juga mengatakan, NU tidak hanya berjuang mengusir para penjajah. Tapi, juga mengamankan saat para penjajah itu datang kembali.

" Sekarang ini bukan tidak ada ancaman, ada separatisme yang ingin pisahkan diri, ada juga radikalisme. Padahal negara sudah sepakat bagi kita NKRI harga mati," ucap dia.(Sah)

2 dari 5 halaman

Jawaban Ketua MUI Soal Ijtima GNPF Dukung Capres

Dream - Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma'ruf Amin mengimbau agar Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) tak mengatasnamakan para ulama dalam menyosialisasikan hasil Ijtima-nya yang mendukung salah satu Calon Presiden (Capres)

Seperti diketahui, hasil Ijtima GNPF yang berlangsung di Jakarta pada 27-29 Juli 2018 di Jakarta menghasilkan berbagai keputusan salah satunya Ijtima mendukung Prabowo Subianto sebagai calon Presiden dan Salim Segaf Jufri sebagai Wakil Presiden pada 2019 mendatang.

" Itu hak mereka untuk berkumpul tapi jangan mengatasnamakan ulama. Ulama kan yang di situ berapa orang. Siapa ulamanya. Jangan kemudian semua ulama, kemudian dianggap, diklaim, ya itu enggak boleh. Sebagian ulama yang ngumpul di situ," ujar Ma'ruf saat berbincang dengan Dream di kantor MUI, Jakarta, Selasa 31 Juli 2018.

Ma'ruf menegaskan tidak mempermasalahkan jika ada ulama yang ingin masuk ke dunia politik praktis. Bahkan jika ulama merasa bisa mengembangkan agamanya melalui dunia politik, hal itu bisa saja dilakukan

" Saya kira enggak ada masalah," ucap dia.

 

3 dari 5 halaman

Negara Butuh Ulama

Disinggung soal adanya ulama yang masuk ke dalam struktur kenegaraan, Ma'ruf menilai langkah itu sebagai bukti negara membutuhkan ulama untuk turut serta membangun bangsa.

Tugas ulama, lanjut Ma'ruf, salah satunya menjaga bangsa, masyarakat agar Pemilu 2019 dapat berjalan dengan aman dan lancar. Dengan peran itu diharapkan tidak terjadi konflik di masyarakat.

" Supaya tetap menjaga persaudaraan secara Islam, secara ukuwah Islamiyyah, ukuwah Wathaniyah ini. Ulama menjaga itu tugasnya, mengawal bangsa mengawal umat," pungkasnya.

MUI sendiri telah menggelar Ijtima Ulama di Banjarnegara, Kalimantan Selatan pada Mei 2018 lalu.

4 dari 5 halaman

Arus Baru Ekonomi Syariah, Ketua MUI: Mari Bung Rebut Kembali!

Dream – Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengatakan Indonesia tengah bersiap menyongsong sistem perekonomian baru untuk menggantikan model yang berjalan saat ini. Sistem yang dianggap sebuah arus baru ekonomi Indonesia itu adalah ekonomi syariah.

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Ma’ruf Amin, mengatakan perekonomian sekarang bisa terbilang mandeg karena gagal dalam menjalankan fungsi pemerataan ekonomi nasional.

“ Dulu, (perekonomian Indonesia) dibangun dari atas atau trickle down. Tapi, ternyata tidak netes-netes,” kata Ma’ruf di Bogor, Jawa Barat, Senin 7 Agustus 2017.

Ma'ruf menilai salah satu indikasinya adalah terpuruknya bisnis para pemilik toko kelontong. Keberadaan minimarket dikhawatirkan bisa mematikan ekonomi toko kelontong. Ditambah lagi dengan harga jual di tingkat petani yang dipermainkan tengkulak.

“ Petani tidak punya kekuatan sehingga harga dimainkan tengkulak,” kata Ma’ruf.

 

5 dari 5 halaman

Dua Konsep Ekonomi

Keluhan soal pemerataan ekonomi ini sebetulnya disampaikan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). Respons mantan wali kota Solo ini pun mengagetkan. Ada dua konsep yang disampaikan Jokowi tentang arus baru perekonomian Indonesia.

“ (Yang pertama), ide Presiden, yaitu redistribusi aset. Presiden akan memberikan 12,7 juta hektare (lahan) untuk pesantren dan koperasi,” kata dia.

Kedua,  Jokowi akan membangun kemitraan dengan umat Islam. Dengan kemitraan ini, umat Islam bisa memunculkan industri dan waralaba baru.

“ Mari bung rebut kembali,” kata dia.

Sekjen MUI, Anwar Abbas, menambahkan semangat revolusi ekonomi harus dipahami sebagai kekuatan penyeimbang. Arus baru ekonomi ini diharapkan bisa mengubah paradigma masyarakat yang bermental pekerja.

“ Hijrahkan dari employee mentality kepada entrepreneurship mentality. Banyak umat yang menjadi owner, bukan hanya CEO,” kata Anwar.(Sah)

Beri Komentar
Umroh Bareng Pasangan, Foto Sweet Selebritis Saat di Mekkah