5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
Kunjungan Pangeran William Ke Ramallah, Palestina (Times Of Israel)
Dream - Pangeran Kerajaan Inggris Raya, William, mengadakan kunjungan bersejarah ke Israel. Dia bertemu dengan Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu, Presiden Israel, Reuven Rivlin, serta Presiden Palestina, Mahmoud Abbas di tempat yang terpisah.
Selain dengan para pemimpin kedua negara, William mendapat tawaran bertemu dengan Walikota Yerusalem Israel, Nir Barkat. Tetapi, William menolak jika bertemu Barkat di Yerusalem.
Dikutip dari Times of Israel, William berkenan bertemu dengan Barkat dalam perjamuan yang digelar di kediaman Duta Besar Inggris di Ramat Gan, berbatasan dengan Tel Aviv pada Selasa malam waktu setempat.
Langkah ini merupakan upaya untuk menghindari kesan adanya pengakuan Inggris terhadap hak-hak Israel atas Yerusalem yang saat ini masih dalam sengketa.
Tetapi, Barkat menolak menghadiri perjamuan tersebut. Lewat ajudannya, Barkat menyatakan apabila tidak bisa bertemu dengan William di Yerusalem, lebih baik tidak bertemu sama sekali.
Ajudan Barkat mengatakan kunjungan keluarga Kerajaan Inggris merupakan hal penting yang tidak bisa dilewatkan. Namun Israel hanya memiliki satu ibukota yaitu seluruh Yerusalem. Penolakan Barkat untuk bertemu dengan William di tempat lain dianggap sebagai bentuk penghormatan terhadap Yerusalem.
Seorang pejabat Inggris yang tidak berkenan disebut namanya mengatakan ada 350 tamu diundang dalam jamuan Selasa malam tersebut. Beberapa di antaranya adalah Presiden Rivlin, PM Netanyahu, dan Walikota Barkat.
Keesokan harinya, William bertemu dengan Mahmoud Abbas di Ramallah. " Kami bangga dua negara kami dapat bekerja sama," kata William.
Pernyataan tersebut menyiratkan pengakuan atas Palestina sebagai sebuah negara. Banyak yang menilai pernyataan tersebut dapat memicu adanya insiden diplomatik dengan Israel yang selama ini tidak mengakui Palestina.
Kementerian Luar Negeri Inggris tidak memberikan tanggapan apapun atas pernyataan Sang Pangeran. Tetapi, Kemenlu Inggris memberikan pernyataan cukup tegas.
" Pemerintah Inggris mendukung pembentukan negara Palestina yang merdeka dan berdaulat, hidup berdampingan dalam damai dan keadaan aman dengan Israel," demikian pernyataan Kemenlu Inggris.
William memulai kunjungan ke Israel dan Palestina sejak Senin. Dia sempat berziarah ke sejumlah situs suci dan bersejarah di Yerusalem, namun masuk melalui jalur Palestina.
(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?