Belajarlah dari Pegawai Supermarket Ini, Dia Tunjukan Arti Kejujuran

Reporter : Ahmad Baiquni
Kamis, 20 Juni 2019 06:36
Belajarlah dari Pegawai Supermarket Ini, Dia Tunjukan Arti Kejujuran
Pekerja tersebut sama sekali tidak menyentuh isi dompet.

Dream - Publik Malaysia dibuat haru oleh pekerja pusat grosir di Kedah. Pekerja ini telah menunjukkan makna kejujuran kepada masyarakat.

Pengguna Facebook, Ain Fatin Lyana, membagi kisah menyentuh mengenai kejujuran pekerja tersebut. Wanita asal Alor Setar ini berinteraksi dengan pekerja tersebut saat dompet suaminya berisi uang 2.000 ringgit, setara Rp6,8 juta, hilang.

Dilansir Malay Mail, Fatin mengatakan awalnya tidak tahu dompet suaminya hilang. Mereka baru sadar ketika sudah dalam perjalanan pulang dari belanja.

Begitu tahu dompet suaminya tidak ada, mereka kembali ke tempat belanja. Mereka pun terburu-buru lantaran pusat grosir itu akan tutup beberapa saat lagi.

Ketika sampai di tempat, pusat grosir itu sudah tutup. Tetapi masih ada beberapa karyawan yang belum pulang.

 

1 dari 7 halaman

Kejujuran yang Mengharukan

Dia pun bertanya kepada pekerja yang ditemui. Pekerja itu adalah Azhar Abdul Hamid, yang merupakan penemu dompet suaminya.

" Saya tanya apakah dia menemukan dompet dan dia bilang 'ya'. Dia menemukan dompet hitam dan akan menyerahkannya ke costumer service," kata Fatin.

Fatin mengaku lega begitu dompet suaminya ditemukan tidak lama kemudian. Azhar mengaku melihat dompet tersebut tergeletak di keranjang belanja.

" Ketika kami periksa dompet itu, apapun yang ada di dalamnya tidak disentuh alias utuh," ucap dia.

 

2 dari 7 halaman

Dapat Bonus dari Manajemen

Fatin pun terharu atas sikap Azhar. Dia lalu mengucapkan terima kasih kepada pekerja itu.

Kejujuran Azhar viral di media sosial tidak lama kemudian. Banyak netizen memberikan pujian atas kejujuran pekerja tersebut.

Tindakan Azhar juga menarik perhatian manajemen pusat grosir. Mereka pun memberikan bonus sebagai bentuk penghargaan kepada Azhar.

(Sah, Sumber: malaymail.com)

3 dari 7 halaman

2 Pelajar Jujur Kembalikan Dompet Isi Rp3 Juta, Balasannya Mengejutkan

Dream – Ketika kecil kita sering diajarkan untuk tidak mengambil barang yang bukan menjadi milik kita. Terutama ketika menemukan barang milik orang di tengah jalan.

Pelajaran ini dihayati benar oleh dua siswa ini.

Dikutip dari All K Pop, Minggu 9 Juni 2019, dua pelajar SMP, Kang Tae Won dan Han Woong, menemukan sebuah dompet yang tergeletak di jalan. Mereka menemukannya ketika pulang dari tempat bimbingan belajar.

Setelah diperiksa, ternyata dompet itu milik pria bernama Oh Sang Jin. Ada segepok duit senilai 300 ribu won atau sekitar Rp3,59 juta.

Tae Won dan Han Woong memutuskan untuk mengembalikan dompet itu ke rumah si pemilik.

Oh menawarkan hadiah kepada dua pelajar jujur itu. Tapi, keduanya menolak.

“ Kami tak sengaja menemukannya. Kami tidak mencari kompensasi ketika mengembalikan dompet itu,” kata Tae Won.

4 dari 7 halaman

Tapi, Lihat Balasannya

Tersentuh dengan kebaikan hati Tae Won dan Han Woong, pria itu memutuskan untuk tetap memberikannya hadiah.

Kebetulan pria itu merupakan alumni sekolah SMP tempat dua pelajar ini mengenyam pendidikan.

Oh mengirimkan 125 kotak pizza ke SMP Seogwipo, Korea Selatan.

Pria ini bangga dengan kejujuran dua pelajar ini. Disebutkan juga ratusan pizza ini senilai dengan jumlah uang yang ditemukan oleh dua pelajar itu.(Sah)

5 dari 7 halaman

Penuhi Janji, Gadis Ini Kembalikan Sumbangan ke Semua Donatur

Dream - Lazimnya, donasi tentu tidak memerlukan imbalan. Si penerima juga tidak usah repot mengembalikan donasi yang diterima. Namun berbeda dengan kisah berikut ini.

Seorang wanita dari Hangzhou, Zejian, China, Hai Lin, mendapatkan donasi mencapai 300 ribu yuan, setara Rp637 juta, untuk biaya pengobatan sang ayah. Dia tidak mau terbebani sehingga setelah ayahnya sembuh, Hai mengembalikan uang tersebut kepada seluruh donatur yang telah membantunya.

Dikutip dari South China Morning Post, Jumat 15 Maret 2019, Hai membuat unggahan berisi permohonan bantuan donasi pada aplikasi WeChat pada 2015. Dia mengaku butuh uang lantaran ayahnya yang berprofesi sebagai sopir truk menabrak orang dan terbebani kompensasi yang sangat banyak.

Di waktu yang bersamaan, ibu Hai harus dirawat di rumah sakit karena menderita pendarahan otak. " Pria (yang ditabrak ayah) kondisinya kritis. Kami harus merahasiakan kecelakaan itu dari ibu sehingga rehabilitasinya tidak terpengaruh," kata Hai.

6 dari 7 halaman

Memohon Donasi Lewat Internet

Gadis itu mengatakan, kecelakaan yang terjadi merupakan pukulan terbesar baginya. Untuk pertama kalinya dia merasa sangat ketakutan.

" Ayahku bilang jika kami tidak bisa membayar kompensasi, dia akan kabur untuk menghindari utang. Saya bilang saya akan coba yang terbaik untuk mencegah hal itu terjadi.

Dalam unggahan pada Juni 2015 lalu, Hai mencari 300 orang yang bersedia meminjaminya uang masing-masing 1.000 yuan. Dia menganggap donasi itu sebagai utang dan berjanji mengembalikannya kepada setiap donatur dalam lima tahun,

Hai juga mengatakan setiap bulan akan mengembalikan uang kepada lima orang donatur. Dia melakukan cara itu semata karena tidak ada orang yang mau memberinya pinjaman 300 ribu yuan dalam satu waktu.

" Beberapa teman mengaku bisa memimjami saya 100 ribu yuan (setara Rp212 juta), tapi saya tolak karena bagi saya jumlahnya terlalu besar," kata Hai.

7 dari 7 halaman

Semua Donasi Dikembalikan

Ada sekitar 300 donatur yang tergerak untuk membantu Hai. Mereka memberikan donasi masing-masing sebesar 1.000 yuan, setara Rp2 juta, sesuai permintaannya.

Sebulan kemudian, tepatnya pada Juli 2015, Hai mulai mengembalikan utang kepada lima orang donatur. Sedangkan pada Juli tahun lalu, utang Hai lunas lebih cepat dua tahun dari target berkat kenaikan gaji dan bonus akhir tahun.

Meski sudah ada uang, Hai sempat mengalami kesulitan. Beberapa donatur menghapus halaman chat dengan Hai sehingga wanita itu harus melacaknya.

Kisah Hai yang ingin mengembalikan donasi viral setelah diunggah di laman Pearvideo.com. Banyak orang terharu dan video tersebut telah mengembalikan kepercayaan mereka kepada masyarakat.

" Gadis, terima kasih telah memulihkan kepercayaan yang saya pikir telah hilang dan perasaan penuh kehangatan yang masih menyertai saya," tulis salah satu donatur di WeChat.

Donatur lain mengaku ketika menerima transferan uang, dia mengira seseorang sedang bercanda. Setelah mengingat kembali permohonan Hai, orang itu merasa tersentuh.

" Kamu telah memberi 300 orang pelukan hangat," kata dia.

Beri Komentar
Anak Millenial Wajib Tahu, Ini Tips Umroh Tenang Tanpa Utang