Satu Orang Meninggal Akibat Gempa Banten

Reporter : Maulana Kautsar
Sabtu, 3 Agustus 2019 10:07
Satu Orang Meninggal Akibat Gempa Banten
Sebanyak 1.050 orang mengungsi.

Dream - Gempa bermagnitudo 7,4 --yang diperbarui menjadi magnitudo 6,9, yang berpusat di Banten menyebabkan sejumlah bangunan rusak. Lindu yang terjadi pada Jumat malam itu juga merenggut korban jiwa.

Menurut data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), satu korban meninggal dunia adalah Rasinah. Perempuan 48 tahun, yang merupakan warga Kampung Cilangkahan RT03/01 Desa Pecangpari, Kecamatan Cigemblong, itu meninggal akibat serangan jantung karena panik saat terjadi gempa.

Gempa yang terjadi pada Jumat 2 Agustus 2019, pukul 19.03 WIB, itu juga menyebabkan satu orang di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, terluka. Tiga orang di Kabupaten Lebak, Banten, juga terluka. Sebanyak 1.050 orang mengungsi.

Kepala BNPB, Letjen Doni Monardo, tiba di Pandeglang, Banten, pada Sabtu 3 Agustus 2019. Doni yang dijadwalkan meninjau kegiatan Satgas Kebakaran Hutan dan Lahan di Pontianak dan Palangkaraya memutuskan pergi ke Banten.

" Saya ingin memastikan bahwa semua dukungan untuk masyarakat yang terdampak langsung atau tidak, semua berjalan dengan baik," kata Doni, dalam keterangan tertulis BNPB.

1 dari 5 halaman

Satu Orang Meninggal Dunia

Selain itu, sebanyak 113 bangunan rusak. Rinciannya, 34 unit rumah mengalami rusak berat, 21 unit rumah rusak sedang, dan 58 unit rumah rusak ringan.

Tiga bangunan pelayanan publik, 1 unit kantor desa dan 2 unit masjid mengalami rusak ringan.

Semalam sesaat setelah gempa, Presiden Jokowi langsung memerintahkan BNPB, TNI, Polri, dan Menteri Sosial untuk bertindak cepat.

" Apabila ada yang memang harus disikapi, kita bergerak," ujar Jokowi, Jumat, 2 Agustus 2019.

Jokowi pun memastikan, keadaan saat ini sudah aman karena tidak berpotensi tsunami. Pascagempa, dia langsung menghubungi aparat terkait untuk mendapatkan informasi terkini.

2 dari 5 halaman

Jokowi Berdoa Tidak Ada Kerusakan Akibat Gempa Banten

Dream - Presiden Joko Widodo menegaskan terus memantau perkembangan gempa banten berkekuatan magnitudo 6,9 yang sebelumnya dinyatakan berpotensi tsuanmi.

" Saya monitor ke lapangan juga," kata Jokowi, Jumat, 2 Agustus 2019.

Jokowi mengatakan telah memerintahkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan TNI-Polri untu bersiap dan bertindak cepat.

Hingga saat ini presiden belum mendapat laporan mengenai kerusakan akibat gempa.

" Sampai saat ini belum ada laporan kerusakan karena kondisi masih malam hari, mudah-mudahan nggak ada," kata dia.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) diketahui telah memutakhirkan magnitudo gempa Banten. Gempa yang sebelumnya tercatat 7,5 magnitudo diperbarui menjadi 6,9 magnitudo.

Selain memutakhirkan gempa, Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati juga mengakhiri peringatan dini tsunami. Peringatan resmi dicabut pukul 21.40 WIB.

" Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa tersebut," kata dia.(Sah)

3 dari 5 halaman

BMKG Nyatakan Peringatan Dini Tsunami Gempa Banten Berakhir

Dream - BMKG menyatakan peringatan dini tsunami terkait gempa magnitudo 7,4 resmi berakhir. Tidak ada tanda-tanda munculnya tsunami.

" Peringatan tsunami diakhiri, bukan dicabut. Ini sekaligus kami menyatakan, pukul 21.35 WIB, peringatan dini tsunami telah berakhir," ujar Kepala BMKG Dwikorita Karnawati, di Jakarta.

Dwikorita mengatakan hingga pukul 21.35 WIB terdapat tanda-tanda tsunami. Demikian pula dengan gempa susulan, juga tidak terjadi.

" Hingga 21.35, BMKG belum mencatat adanya gempa susulan. Tidak terjadi gempa susulan sampai 21.35," kata dia.

Dwikorita mengimbau masyarakat tenang namun tetap mewaspadai potensi gempa susulan. Selain itu, masyarakat diminta tidak terpengaruh berita yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

" Pastikan informasi resmi bersumber dari bmkg terkait gempa dan tsunami yg kami sebarkan dari kanal resmi instagram dan twitter @infobmkg, website bmkg.go.id," kata dia.

4 dari 5 halaman

Gempa Banten 7,4 Tak Pengaruhi Aktivitas Pelabuhan Merak

Dream - Gempa bumi kembali melanda Indonesia. BMKG mencatat adanya gempa magnitudo 7,4 pukul 19.03 WIB di perairan Banten dengan kedalaman 10 Kilometer.

Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Imelda Alini, mengatakan gempa tidak berdampak pada Pelabuhan Merak. Hingga saat ini, operasional pelabuhan tetap berjalan.

" Operasional Pelabuhan dan kapal tetap berjalan normal," ujar Imelda melalui keterangan tertulis.

Imelda mengatakan pasca gempa pihaknya berkoordinasi dengan sejumlah lembaga. Seperti BMKG, Basarnas, BPTD, KSOP, KSKP, Pol Air, Lanal Banten.

" Kami terus berkoordinasi dan tetap memonitor serta terus mengamati kondisi pasang surut air secara langsung dan sebagainya untuk memastikan kondisi tetap aman untuk aktivitas penyeberangan," kata Imelda.

5 dari 5 halaman

Video Kepanikan Warga Saat Gempa Magnitudo 7,4

Dream - Gempa Magnitudo 7,4 melanda perairan Banten, Jumat 2 Agustus 2019. Getaran terasa hingga sejumlah daerah di sebagian Pulau Jawa dan Sumatera.

Kepanikan terjadi di sejumlah tempat. Banyak masyarakat berhamburan, berusaha keluar gedung.

Seperti yang terjadi di Terminal 3 Ultimate Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Para pengunjung dan staf bandara berlari, berusaha keluar menuju ruang terbuka.

Demikian pula yang terjadi di pusat perbelanjaan Mall Cipinang Indah. Para pengunjung segera turun lewat eskalator untuk mengindari kemungkinan buruk yang terjadi.

Sementara di Pantai Anyer, gelombang laut mulai naik ke daratan. Warga pun berusaha mengungsi ke tempat lebih tinggi.

Beri Komentar