7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
BNPT Sebut Wanita Berpistol Terobos Istana Anut Paham Radikal (Instagram)
Dream - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menegaskan wanita berkerudung yang menodongkan pistol ke Paspampres di depan Istana Merdeka, Jakarta pada Selasa, 25 Oktober 2022 pagi, memiliki pemahaman radikal.
Penegasan itu disampaikan Direktur Pencegahan BNPT R Ahmad Nurwakhid yang mengatakan, wanita berinisial SE (25) tercatat sebagai pendukung dari organisasi masyarakat yang telah dibubarkan pemerintah.
" Wanita itu memiliki pemahaman radikal. Dia juga merupakan pendukung salah satu ormas HTI, yang telah dibubarkan pemerintah," kata Nurwakhid, dikutip dari Merdeka.com, Rabu 26 Oktober 2022.
Menurut Nurwakhid, wanita tersebut sering mengunggah propaganda khilafah melalui akun media sosialnya.
" Pendalaman terhadap profil dan motif pelaku terus dilakukan untuk mendapatkan informasi yang akurat adanya keterkaitan dengan aktor-aktor yang lain," jelasnya.
Sebelumnya, Komandan Paspampres, Marsda TNI Wahyu Hidajat Soedjatmiko, menjelaskan informasi seorang perempuan menerobos Istana Presiden dengan membawa senjata api (senpi) jenis FN, Selasa 25 Oktober 2022, pukul 07.00 WIB.
Wahyu mengatakan peristiwa tersebut bukan upaya penerobosan istana. Namun berawal dari kewaspadaan seorang anggota Paspampres yang melihat perempuan dengan tingkah laku mencurigakan.
Perempuan tersebut berdiri di dekat pos utama Paspampres di depan Istana Merdeka, berada dekat lampu lalu lintas.
" Jadi perempuan tersebut tidak menerobos Istana. Tapi justru berawal dari kewaspadaan anggota kami (Paspampres) yang langsung menghampiri perempuan tersebut dan perempuan tersebut langsung mengacungkan senjata ke arah anggota (Paspampres)," kata Wahyu dalam keterangannya, Selasa 25 Oktober 2022.
Melihat kondisi tersebut, kata dia, anggota Paspampres langsung mengambil senjata api yang ditodongkan. Kemudian, anggota Paspampres menyerahkan perempuan tersebut kepada polisi lalu lintas yang sedang bertugas di depan istana.
" Saat ini perempuan tersebut sudah berada di Polda Metro Jaya untuk dimintai keterangan. Untuk lebih lanjut silakan ditanyakan kepada Polda Metro Jaya," katanya.
Sebelumnya, seorang perempuan tanpa identitas menodongkan senjata api jenis FN ke arah anggota Paspampres di depan Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa 25 Oktober 2022 pagi.
Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Metro Jaya Kombes Latif Usman menceritakan awal mula penangkapan perempuan bercadar yang diperkirakan berusia sekitar 25 tahun tersebut.
Latif mengatakan, saat itu anggota Sat Gatur Ditlantas Polda Metro Jaya tengah melakukan tugas rutin pelayanan masyarakat penjagaan dan pengaturan di sekitar kawasan Istana Kepresidenan.
Saat tengah menjalankan tugas, tiba-tiba ada wanita bercadar menghampiri anggota Paspamres dan menodongkan senjata api jenis FN.
" Kemudian ada seorang perempuan berjalan kaki dari Harmoni mengarah ke Jalan Medan Merdeka Utara, tepatnya di pintu masuk Istana dan menghampiri anggota paspampres yang sedang siaga dengan menodongkan senpi jenis FN," ujar Latif.
Melihat ada penodongan senjata api ke Paspampres, anggota Sat Gatur langsung mengamankan perempuan tersebut.
" Dengan sigap anggota Sat Gatur atas nama Aiptu Hermawan, Briptu Krismanto, dan Bripda Yuda mengamankan perempuan tersebut dengan merebut senpi dari tangan wanita tersebut," kata dia.
Usai diamankan, anggota langsung menggeledah wanita tersebut dan tak ditemukan identitasnya. Anggota hanya mendapatkan senjata api dan tas hitam yang berisi kitab suci, dompet kosong warna pink, dan satu unit telepon seluler.
Saat ini, perempuan tersebut telah diserahkan ke penyidik Polres Metro Jakarta Pusat untuk diperiksa lebih lanjut. " Dan mengamankan untuk diserahkan kepada reserse Jakarta Pusat," kata Latif.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?