7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Dream - Upacara penurunan sang saka Merah Putih pada peringatan hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-73 telah selesai dan berjalan sukses.
Sang saka Merah Putih kemudian langsung dibawa ke Monas menggunakan Kereta Kuda untuk disimpan.
Dalam upacara tersebut, anggota Paskibraka bernama Zanati Tahta Umahati yang membawa baki nampak berbeda. Zanati terlihat cantik dengan hijab yang dikenakannya.
Gadis Asal Sumatera Selatan ini masuk dalam tim bangsa yang bertugas menurunkan bendera setelah diumumkan pagi tadi, sebelum upacara kenaikan bendera dimulai.
Saat latihan, Zanati mengaku grogi ketika harus menaiki anak tangga satu persatu.
" Pastinya penyesuaian, pasti grogi. Pas ada banyak orang kan, enggak pernah sebelumnya sebanyak itu," ujar Zanati.
Namun, rasa groginya itu mampu diatasi dengan baik, sehingga upacara penuruan bendera bisa berjalan dengan lancar.
© Dream
Dream - Tarrisa Maharani Dewi, Paskibraka putri perwakilan dari Jawa Barat, diberi kepercayaan membawa bendera Merah Putih saat Upacara Peringatan HUT ke-73 RI di Istana Merdeka.
Dilansir dari Liputan6.com, Jumat 17 Agustus 2018, munculnya nama Tarrisa Maharani Dewi sebagai salah satu pembawa baki tak mengherankan buat tim Diary Paskibraka.
Karena selama Diklat Paskibraka 2018, Tarrisa sering dilatih jadi pembawa baki. Lebih dari sembilan kali Tarrisa di-dril untuk menerima bendera Merah Putih dan kemudian dikibarkan.
Tidak hanya ketika berlatih di Cibubur, saat latihan gabungan bersama Paspamres dan gladi bersih di Istana Negara, Paskibraka kelahiran Palembang, 10 Juli 2002 itu kerap didapuk menjadi pembawa baki atau nampan.
© Dream
Terpilih menjadi pembawa baki bendera pusaka pada upacara HUT RI merupakan kebanggaan tersendiri. Pembawa baki ini menjadi salah satu di antara Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) yang menjadi sorotan publik.

Dalam kesehariannya, putri Brigjen TNI AD ini terlihat memiliki pembawaan yang tenang dan kalem. Dari pantauan Diary Paskibraka selama diklat di Cibubur, Tarrisa pun termasuk taat beribadah.
Tarrisa Maharani Dewi (16) merupakan pelajar kelas X SMAT Krida Nusantara Bandung. Tarrisa, kelahiran 10 Juli 2002, merupakan putri dari Teguh Pudjo Rumekso dan Dewi Susilowati.
Sumber: Liputan6.com/Aditya Eka Prawira.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?