Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
3 Adik Laki-laki Malas Dan Tak Mau Bantu Pekerjaan Rumah, Kakak Sedih Dan Stres. (Foto: MStar.com.my/Freepik)
Dream - Umumnya kaum lelaki yang bertanggung jawab bekerja mencari nafkah untuk menghidupi keluarga mereka. Namun, situasi berbeda dihadapi seorang wanita Malaysia.
Dia harus mengemban peran sebagai kepala keluarga juga. Wanita itu berbagi kekecewaan hatinya melalui pesan yang dikirim ke guru yang populer di Facebook Malaysia, Mohd Fadli Salleh.
Dia meminta pandangan Fadli karena sudah tidak tahan dengan apa yang sedang dialami saat ini.
Melalui pesan yang diunggah ulang Fadli, wanita mengaku tertekan karena tiga adik laki-lakinya tidak memiliki rasa tanggung jawab dan selalu bergantung padanya.
" Saya seorang wanita di usia awal 30-an, belum menikah, dan masih menetap bersama ayah setelah ibu meninggal dunia. Tinggal bersama kami adalah tiga adik laki-laki yang masih bujang," kata wanita itu.
Menurutnya, ketiga adiknya itu tidak punya pekerjaan tetap. Namun yang membuat hatinya lelah, dia itu harus menanggung makan minum dan belanja kebutuhan seluruh anggota keluarga.
Selain itu, dia juga merasa kasihan karena ayahnya masih harus membayar macam-macam tagihan. Tidak hanya itu, seluruh pekerjaan rumah tangga, wanita itu yang mengerjakan.
" Sayalah yang memasak, membersihkan, menyediakan keperluan abah, dan berbelanja," katanya. Di rumah itu, hanya dia yang punya pekerjaan tetap.
Selama ini dia ikhlaskan saja uang hasil jerih payahnya bekerja digunakan untuk menanggung kehidupan ketiga adik laki-lakinya.
Tapi lama kelamaan, saat lockdown atau Perintah Kawalan Pergerakan (PKP) diberlakukan, penghasilannya berkurang.
" Saya cukup sedih dan prihatin jika mengenang sikap adik-adik saya itu," kata wanita tersebut.
Bukan hanya tidak ada rasa tanggung jawab untuk mencari pekerjaan, tetapi ketiga adik laki-lakinya terlalu banyak alasan jika diminta untuk mengantar ayah mereka ke rumah sakit.
" Semua menggantungkan kepada saya. Saya mungkin tidak akan pernah bisa menikah jika terus tinggal dengan mereka.
" Mereka malas dan kerjanya hanya tidur sepanjang hari. Keadaan ini sangat membuat stres, apalagi saat lockdown ini saya hanya tinggal di rumah," katanya.
Wanita itu mengaku sudah beberapa kali meminta ayahnya untuk menasihati tiga adik lelakinya, tetapi hasilnya mengecewakan.
Dia tidak pungkiri sikap adik-adiknya yang malas itu akibat faktor salah didik, sehingga mereka kurang bertanggung jawab.
" Karena ayah dulu membiarkan ibu mengerjakan semua pekerjaan rumah dan suaminya diperlakukan seperti raja," katanya.
Apa yang dialami wanita itu mungkin tampak sepele bagi beberapa orang, tetapi sebenarnya bisa dihindari jika orang tua menanamkan nilai-nilai gotong royong sejak dini.
Dalam berbagi pandangannya tentang masalah yang dihadapi oleh para wanita, Fadli mengatakan sudah waktunya mengubah kebiasaan menjadikan laki-laki 'raja' di rumah.
Menurut Fadli, masih ada pandangan dalam masyarakat di banyak tempat bahwa semua pekerjaan rumah adalah tugas wanita.
" Mencuci, menjahit, mengangkat jemuran, melipat pakaian, menyapu dan mengepel lantai, memasak, dan segala macam pekerjaan rumah, kita menyuruh kaum wanita melakukannya.
" Sementara anak laki-laki bermain game, menonton TV, bermain gitar dan hanya bersantai. Dan orang tua tidak menegur. Ini adalah contoh yang salah," kata Fadli.
Fadli mengatakan banyak wanita mengeluh punya suami malas yang hanya menggoyang-goyangkan kakinya di rumah, tanpa membantu pekerjaan rumah sedikit pun.
Karena itu Fadli mengajak para orang tua untuk mendidik anak-anak dengan membuang anggapan bahwa pekerjaan rumah tangga adalah tugas wanita.
" Pekerjaan rumah tangga adalah tugas pria dan wanita. Ayo teman-teman semuanya. Kita mengajar anak laki-laki untuk mengerjakan pekerjaan rumah juga," katanya.
Sumber: mStar.com.my
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya