Hai, Ayah Pecandu Ponsel! Bacalah Curhat Menyentuh Bocah Ini

Reporter : Maulana Kautsar
Rabu, 30 Januari 2019 08:00
Hai, Ayah Pecandu Ponsel! Bacalah Curhat Menyentuh Bocah Ini
Aku rela tukar hidupku, biar ayah enggak main ponsel.

Dream - Xiaozhi. Bocah sembilan tahun ini tengah menjadi topik hangat di kalangan pengguna media sosial China. Dia mengaku tidak mendapat perhatian sang ayah, yang lebih memilih asyik bermain ponsel.

Xiaozhi menumpahkan isi hatinya pada tugas esai sekolah. Foto esai milik Xiaozhi itu kemudian beredar di media sosial China, Weibo, sejak 17 Januari 2019. Pengunggahnya tak lain sang guru di Sekolah Internasional Luoyang, Provinsi Henan.

Dikutip dari laman Strait Times, Rabu 30 Januari 2019, esai yang dibuat Xiaozhi itu berjudul `Father, I want to tell you this` (Ayah, aku ingin kasih tahu).

" Yah, setiap waktu aku memintamu untuk mengecek PR-ku, tapi kamu cuma melihat satu dan ngomong `enggak buruk, main gih`," tulis bocah itu.

" Kamu kemudian ngasih hape, biar aku main juga," taambah dia.

1 dari 2 halaman

Rela Tukar Hidup

Xiaozhi bahkan menyebut kegiatan sang ayah saat bermain ponsel mirip `serigala ganas yang kelaparan selama tiga hari dan tiga malam, yang mengincar sepotong besar daging gemuk`.

" Seolah-olah ada penyedot debu di dalam hape yang menghisap Ayahku masuk," tulis dia.

" Ayah, yang aku ingin bukan rumah penuh (permen) titbit, ponsel paling canggih, dan bukan mainan mewah."

" Aku cuma ingin Ayah menaruh ponsel dan main denganku. Itu akan membuatku menjadi sangat bahagia."

" Ayah, aku bersedia menukar hidupku asalkan, ayah tak main ponsel. Aku cinta Ayah."

2 dari 2 halaman

Titik Balik Hubungan Ayah dan Anak

Zhao, guru Xiaozhi, mengatakan, muridnya tergolong sosok yang pandai. Xiaozhi serba bisa dan menjuarai lari jarak jauh di sekolah.

Zhao begitu terpesona dengan bakat menulis Xiaozhi. Dia pun akan memberi nilai sempurna untuk ujian akhir tahun.

Esai ini pun menjadi titik balik hubungan ayah dan anak itu.

Dalam wawancara di Dahe Daily, ibunda Xiaozhi mengatakan, suaminya merupakan pengguna ponsel akut. Suaminya bekerja menggunakan ponselnya dan terkadang bermain gim di perangkat itu untuk relaksasi.

" Sebelum ini, kami tidak berpikir menggunakan telepon sepanjang hari merupakan masalah, dan kami tidak menyadari anak ini sangat sensitif," ucap sang ibu.

Setelah membaca esai buatan Xiaozhi, sang ayah merasa bersalah karena terlalu sedikit memberi waktu untuk putranya. Ayah Xiaozhi berjanji untuk mengambil cuti setiap pekan untuk menemaninya.

Beri Komentar
Alasan Nada Zaqiyyah Terjun Sebagai Desainer Fashion Muslim