Jumat, 23 Oktober 2026 Cari

Disebut Rendahkan Wanita, Kapolda Metro Jaya Minta Maaf

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Jumat, 28 Oktober 2016 19:21
Disebut Rendahkan Wanita, Kapolda Metro Jaya Minta Maaf
Pernyataan yang dia sampaikan sebetulnya dimaksudkan untuk melecut semangat para Kapolres dalam menindak kasus kejahatan.

Dream - Kapolda Metro Jaya, Inspektur Jenderal Polisi Mochamad Iriawan meminta maaf atas pernyataan yang dibuatnya. Dalam pernyataannya dia meminta istri Kapolres untuk mengukur lingkar pinggang suaminya dan menggantinya dengan rok apabila tidak tegas dalam menangani kasus kejahatan.

"Saya meminta maaf apabila ada yang tersinggung, intinya saya tidak bermaksud seperti itu," kata Iriawan di Cakung, Jakarta Timur, Jumat 28 Oktober 2016.

Menurut dia, pernyataan itu sebetulnya dibuat untuk pelecut bagi para Kapolres agar tegas dalam menindak kasus kejahatan.

"Iya lah, kan mereka sudah ditempatkan di Jakarta. Kapolres itu pilihan jadi harus bisa memilahkan mana melayani, melindungi, dan bertindak tegas, tapi ada batasannya," ujar dia.

Sebelumya dikabarkan, pernyataan Kapolda tersebut memancing perhatian anggota DPR Komisi III, Sufmi Dasco Ahmad. Menurut Sufmi, pernyataan Kapolda tersebut telah melecehkan para perempuan. Sufmi meminta Iriawan segera meminta maaf. (Ism) 

1 dari 2 halaman

Kapolda Metro: Siapapun Gubernurnya, Yang Penting Jakarta Aman

Kapolda Metro: Siapapun Gubernurnya, Yang Penting Jakarta Aman © Dream

Dream - Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Mochammad Iriawan, mengatakan, polisi akan bekerja optimal mengamankan gelaran Pemilihan Kepada Daerah (Pilkada) DKI. Dia tak ingin keamanan di Ibukota terganggu.

" Sebentar lagi kita menyelenggarakan Pilkada DKI Jakarta, di mana kita tahu Ibukota menjadi barometer, apabila Ibukota masalah, akan merembet ke provinsi lainnya," kata Iriawan di Mapolda Metro Jaya, Selasa 27 September 2016.

Iriawan berjanji, polisi akan tetap netral dalam mengamankan proses Pilkada DKI pada tahun 2017 mendatang. Dia pun tidak akan mempermasalahkan siapa pun yang terpilih memimpin Jakarta.

" Siapapun gubernurnya, yang penting Jakarta tetap aman," ucap dia.

Selanjutnya, Iriawan berharap masyarakat pendukung dari masing-masing calon agar tidak saling melempar kebencian satu sama lain. Dia meminta masinng-masing pendukung tidak saling menyebar isu SARA.

" Mari kita sama-sama, kita buat situasi yang kondusif. Nuansa kebencian, black campaign dan isu SARA, mari kita sejukkan dan kami minta bantuan teman-teman. Kita mau Jakarta aman, damai dan tidak ada konflik. Komunikasi dengan saya siap kapan saja," ujar dia.

2 dari 2 halaman

Aksi Unik Dua Jenderal Ibukota Pantau Demo Ahok

Aksi Unik Dua Jenderal Ibukota Pantau Demo Ahok © Dream

Dream - Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan dan Pangdam Jaya Mayjen TNI Teddy Lhaksmana terjun langsung mengamankan demonstrasi gabungan ormas Islam di depan Balaikota.

Keduanya tertangkap kamera berboncengan menggunakan sepeda motor. Mereka melintas di tengah massa yang tengah berkumpul ruas Jalan Medan Merdeka Selatan.

" Iya, Pangdam dan Kapolda juga barusan melintas. Mengamankan, memonitor pelaksanaan demo hari ini," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Awi Setiyono, di Balaikota DKI Jakarta, Jumat, 14 Oktober 2016.

Jurnalis Dream sempat mendapatkan foto keduanya saat berboncengan. Sembari dikawal anggota Polisi dan TNI, keduaya berkendara pelan menembus barisan para demonstran.

Sejumlah massa gabungan ormas Islam menggelar aksi demonstrasi menuntut penangkapan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Ini lantaran Ahok dituduh telah menistakan agama.

Demonstrasi berlangsung kondusif meski sempat memanas. Sempat memanas lantaran massa ingin masuk ke dalam Balaikota.

Sempat Ricuh

Sementara itu, aksi demonstrasi ribuan massa di halaman Balaikota DKI Jakarta sempat memanas. Massa menuntut bertemu dengan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

Namun keinginan tersebut belum dapat terpenuhi karena Massa tertahan di gerbang yang dijaga ratusan personil kepolisian dan TNI.

Emosi massa sempat memanas lantaran mobil Divisi Penerangan Shabara Polda Metro Jaya memutar lantunan asmaul husna.

Massa yang tak terima, sempat melempari mobil yang terparkir di halaman Balaikota dengan botol air mineral. Tak ingin memanaskan situasi, polisi akhirnya mematikan dan menarik mundur mobil dengan empat pengeras suara diatasnya tersebut.

Polisi dari Brimob Polda Metro Jaya, mengganti mobil penerangan itu dengan Mobil Baracuda untuk mengantisipasi aksi massa.

Hingga berita ini ditulis, massa kembali tenang. Hanya saja, pekik-pekik aspirasi tuntutan terus mengeras.(Sah)

Beri Komentar