Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Militer Arab Saudi Melontarkan Roket Menghambat Serangan Rudal Houthi (arabnews.com)
Dream - Pertahanan darat Arab Saudi mengklaim berhasil menggagalkan serangan rudal balistik yang diluncurkan milisi Houthi. Rudal tersebut ditargetkan akan menyerang Kota Suci Mekah.
Menurut pernyataan yang dikeluarkan Koalisi Arab, rudal tersebut telah dijatuhkan di jarak 65 kilometer dari Mekah. Selain itu, jet tempur koalisi telah menyerang dan menghancurkan peluncur roket di Saada.
Sementara, Perdana Menteri Yaman, Ahmed Obeid bin Daghr, pada Kamis mengatakan Iran telah melatih ribuan milisi Houthi di Iran dan Beirut, Libanon. Upaya itu disebut membuka jalan bagi pemberontakan.
" Perang di Yakan tidak dimulai pada 26 Maret 2015. Ini, pada faktanya, dimulai saat kelompok Houthi mengangkat senjata melawan musuh politiknya dan menyerang negara dengan dukungan penuh dari Iran, yang melatih sekitar 6.000 milisi di Iran dan Beirut di bawah ahli militer," kata Bin Daghr.
© Dream
Bin Daghr menambahkan, pemerintah Yaman tak pernah memulai perang. Masyarakat Yaman terpaksa meladeni serangan karena Houti menggerakkan persenjataan dari Sida ke Imran ke Sanaa dan ke seluruh Yaman. Houti juga dituding membunuh warga.
" Dunia akan menyadari Houthi adalah masalah tidak hanya bagi Yaman tapi juga bagi kawasan dan sekitarnya," ujar pejabat Yaman.
Bin Daghr menekankan Pemerintah Yaman terus mengupayakan gencatan senjata, yang diharapkan secara aktif berjalan dalam jangka waktu panjang dan perdamaian yang permanen berdasarkan resolusi PBB yang diinisiasi dalam GCC dan menjadi hasil dialog nasional Yaman.
© Dream
Sementara itu, Angkatan Laut AS dan kapal perang negara-negara sekutu telah mencegat pengiriman senjata dari Iran ke Yaman sejak negara itu dilanda perang pada April 2016, ucap seorang Laksamana AS.
Saudi berulang kali mendesak Iran menghentikan pengiriman senjata ke milisi Houthi. Saudi juga menyeru Dewan Keamanan PBB mengambil langkah tegas bagi Iran yang telah melanggar Resolusi 2216 PBB.
Sumber: arabnews.com
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya