Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Ilustrasi (metro.co.uk)
Dream - Seorang pria yang batal membeli iPhone 7 meminta uangnya dikembalikan. Tetapi, permintaan itu ditolak oleh Apple lantaran mengira pria itu adalah Saddam Hussein.
Cerita ini berawal saat Sharakat Hussein, 26 tahun, membelikan sebuah iPhone seharga 799 poundsterling, setara Rp12,6 juta untuk adik perempuannya bulan lalu. Tetapi, adiknya tersebut menolak lantaran mengaku tidak memerlukan iPhone.
Karena harganya yang mahal, Sharakat pun memutuskan mengembalikan ponsel tersebut ke salah satu toko Apple di Birmingham, Inggris. Dia ingin uangnya yang telah dibayar dikembalikan pihak Apple. Perusahaan milik Steve Jobs ini mengabulkan permintaan itu dan akan mentransfer uang tersebut.
Setelah menunggu dalam beberapa pekan, dia tetap tidak menerima uang itu. Sharakat malah mendapat surat elektronika (Email) dari raksasa teknologi itu.
© Dream
Saat membaca surel itu, Sharakat tertegun. Ini lantaran dalam surel itu pihak Apple meminta dia menunjukkan bukti Sharakat bukanlah Saddam Hussein, sang diktator Irak yang telah meninggal dunia.
Dia lalu menklarifikasi hal itu dan mendapat jawaban dari pihak administrasi Apple tentang persoalan tersebut. Hanya karena memiliki nama keluarga Hussain, dia masuk dalam daftar Pihak Ditolak Pemerintah, yang berarti dia tidak boleh membeli ponsel.
Sharakat berkata kepada The Sun, " Saya pikir surel ini adalah spam, saya tertegun saat menyadari ini nyata. Saya sangat marah dihubungkan dengan Saddam."
© Dream
Saddam Hussain tewas digantung di Irak pada 2006 lalu. Tapai karena beberapa alasan, karyawan Apple tetap mencampuradukkan keduanya.
Perusahaan dikabarkan telah meminta maaf atas persoalan tersebut dan berjanji akan mengembalikan dana secepatnya.
" Kami menyampaikan permintaan maaf kami kepada Tuan Hussain. Meski kami dituntut untuk memeriksa identitas saat pengembalian dana, surat yang dia terima adalah kesalahan dan tidak seharusnya dikirim," ujar juru bicara Apple.(Sah)
Sumber: metro.co.uk
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan