Cuitan Haru dr. Tirta Hudhi Kabarkan Kesehatan Drop: 'Saya Ga Butuh Dikenang'

Reporter : Syahid Latif
Sabtu, 28 Maret 2020 15:16
Cuitan Haru dr. Tirta Hudhi Kabarkan Kesehatan Drop: 'Saya Ga Butuh Dikenang'
Sudah sehari Dr Tirta demam dan batuk lumayan parah. Namun dr Tirta masih sempat memikirkan penyaluran APD untuk tim medis.

Dream - Dokter Tirta Mandira Hudni membawa kabar prihatin terkait kondisi kesehatannya saat ini. Sosok dokter yang menjadi perbincangan hangat karena aktif mengampanyekan pencegahan virus corona ini mengumumkan keputusannya untuk menjalani istirahat total (bedrest).

Kabar kondisi kesehatan Dr Tirta itu diketahui dari cuitannya di akun Twitter @tirta_hudhi yang baru diposting hari ini, Sabtu, 28 Maret 2020 sekitar jam 11.44 WIB.

Dalam cuitannya, Dr Tirta mengaku sedang mengalami batuk disertai gejala demam yang sudah berlangsung selama satu hari.

" Jika sampe day 3 saya gak baik2 aja, Saya terpaksa harus ke rs," cuit Dr Tirta.

Dr Tirta Hudhi© (Foto: Instagram @dr.tirta)

(Twitter @tirta_hudhi)

 

1 dari 8 halaman

Masih Pikirkan Penyaluran APD

Jika demam yang dideritanya masih berlangsung selama tiga hari, Dr Tirta rencananya akan memeriksakan diri ke RS Kembangan.

" Segala perkembangan fisik saya, akan saya kabarin. Relax kawan. Tim dan kolega saya masih banyak."

Dengan kondisinya yang tengah sakit, Dr Tirta masih sempat memikirkan mengenai pelaksaan pendistribusian alat perlindungan diri (APD).

" Apd saya fokuskan send ke luar pulau. Tim saya yg akan bantu," tulisnya.

Informasi tambahan diperoleh dari unggahan Dr Tirta di akun Instagramnya. Dia mengaku mendapat saran dari para senior untuk beristirahat total setelah 14 hari bekerja di jalanan. Dia mengaku sudah mendatangi sekitar 20 rumah sakit dan mencatat setiap keluhan dari para pengelola. 

" Dan ya akhirnya bener, fisik usia 28 tahunan itu ga sekuat 5 tahun lalu. Total uang yg saya habiskan (pribadi dan donasi mencapai 1 m lebih)," ujarnya. 

Dari unggahan itu pula diketahui Dokter Tirta mengalami demam dan batuk yang lumayan parah. " Demam saya udah di 38 derajat," ujarnya.

Dr Tirta Hudhi© (Foto: Instagram @dr.tirta)

(Instagram @dr.tirta)

Dalam penutupnya, Dr Tirta mengatakan semangatnya takkan pernah padam meski nanntinya hasil pemeriksaan menunjukan dirinya positif terpapar virus corona, Covid-19.

" Saya ga butuh dikenang. Saya cuma melakukan tugas saya," tulisnya. 

 

 

2 dari 8 halaman

Netizen Cemas

Kabar kondisi kesehatan Dokter Tirta disambut kesedihan sejumlah netizen. Beberapa warganet mengutarakan kesedihannya seraya berharap agar Dr Tirta diberikan kesembuhan.

" Ya Allah...Semoga hanya flu biasa dok.. karena kurang tidur dan kelelahan. Kawan2 dokter.. tolonglah perhatian ekstranya untuk dokter Tirta. Dan para relawan yang kami sayang.. tolong tetap semangat walau tanpa kehadiran dokter Tirta sementara..," komentar akun @Mada_kelana71.

" Tetap semangat dokter," akun @HamidJawa turut menimpali.

Ada pula seorang netizen yang memberikan masukan tentang asupan obat yang sebaiknya diminum Dr Tirta.

" Pak Dokter.....kalau bisa sarankan gunakan H202 (food grade)dengan inhalasi dengan dosis0,3ml+air 5ml...jangan gunakan antibiotik yg memicu tingkat keasaman,dan tumbuh kembang virus...virion nya harus di potong....Arbidol(klau ada)....," tulis akun @Tukang43614478.

Dia memberikan saran tersebut karena belajar dari berbagai teknik pengobatan yang dilakukan di negara lain.

" Penggunaan antibiotik dengan" menyerah" sudah ada fakta lapangan di Italia....cdc korea mempergunakan oksigenasi dan hidrogenasi ...bisa lihat tweet aku..didaegu,korea selatan,kasus gereja terinfeksi."

3 dari 8 halaman

Tirta Mandira, Dokter Nyentrik yang Berdedikasi Cegah Corona

Tirta Hudhi, Dokter Nyentrik yang Berdedikasi Cegah Corona© MEN

Dream – Sosok Tirta Mandira Hudhi menjadi perbincangan hangat belakangan ini. Dia adalah dokter yang sangat aktif mengampanyekan pencegahan virus corona di Indonesia. Dia juga membantu pendistribusian sumbangan influencer ke rumah sakit di Indonesia.

Dokter Tirta merupakan sosok nyentrik yang kerap muncul bak pahlawan di rumah sakit yang membutuhkan alat kesehatan saat virus corona mewabah.

Tak hanya berkecimpung di dunia kesehatan, di balik gelar dokter yang dia sandang, ternyata Tirta juga merupakan seorang pengusaha di Yogyakarta.

Lalu bagaimana sih sosok dokter Tirta selama ini? Berikut Dream merangkumkannya untuk Anda.

4 dari 8 halaman

Lulusan Kedokteran UGM

Ilustrasi Dokter Tirta© Instagram :@dr.tirta

Dokter Tirta merupakan lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada. Hebatnya, dia menyelesaikan skripsinya di semester ke-6.

Setelah itu, melanjutkan koas selama 1,5 tahun dan sempat dinas di Puskesmas Turi dan Rumah Sakit Universitas Gadjah Mada. Dia sempat menjadi dokter di Instalasi Gawat darurat (IGD) dan dokter jaga.

5 dari 8 halaman

Pengusaha dan CEO Shoes and Care

Usaha Dokter Tirta© Instagram :@dr.tirta

Selain menjalankan profesi sebagai dokter, Tirta juga membangun usaha di Yogyakarta. Dia membangun usaha yang dinamakan Shoes and Care, bisnis cuci sepatu yang familiar di kalangan anak muda pecinta sneakers di Indonesia.

Usaha dokter Tirta pun saat ini sudah memiliki 19 cabang di berbagai kota di Indonesia. Terkadang ia bahkan menerima orderan untuk melakukan perawatan sepatu dari luar negeri.

Semasa muda, Dokter Tirta memiliki sejarah dengan dunia anak punk. Dia sempat ditampung oleh preman. Dengan latar belakang tersebut, saat ini, sekitar 60 persen, rata–rata pegawai Shoes and Care adalah mantan napi, anak putus sekolah, anak jalanan, dan anak punk.

Setelah dinyatakan sakit Bronkities kronis pada 2018, dokter Tirta memutuskan rehat menjadi dokter IGD dan fokus berjuang membantu teman teman anak jalanan di Shoes and Care.

6 dari 8 halaman

Sakit-sakitan Sejak Kecil

Anak Lebih Rentan Kena Demam Berdarah, Ketahui Gejala Khasnya© MEN

Dibalik sosoknya yang aktif dan pantang lelah saat membantu pencegahan virus corona, ternyata semasa kecilnya dokter Tirta sempat sakit–sakitan.

Di usia 8 tahun, dokter Tirta terinfeksi TBC. Dia tertular oleh temannya yang mengidap penyakit tersebut. Penyakit TBC merupakan endemik di Indonesia. Kematian dan jumlah kasusnya sangat tinggi karena penyebarannya dari udara.

“ Gue harus ikut program 6 bulan, trnyata gagal, ditambah ekstra 4 bulan. Baru sembuh. Total 10 bulan. Penyembuhan. Dan gue diprediksi abis itu divonis jadi orang yang sakit–sakitan,” ungkapnya di Twitter.

Setelah program penyembuhan TBC, paru–paru beliau selalu ada flek, sehingga mengidap berbagai macam penyakit pernafasan. Seperti Faringitis, Laringitis, Tonsilitis, Bronkitis, hingga Sinusitis. Hal ini berlangsung hingga dokter Tirta menginjak bangku SMA.

 

7 dari 8 halaman

Berprestasi dan Ditawari Beasiswa

dokter Tirta© Instagram :@dr.tirta

Meskipun sering kali sakit, dokter Tirta merupakan sosok yang cerdas dan berprestasi. Di sekolah, beliau pernah menjadi siswa teladan. Bahkan mewakili Kota Solo dalam Olimpiade Matematika.

Setelah lulus SMA, beliau diterima di Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada. Selain itu, dia juga lulus lewat jalur prestasi di Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro. Akhirnya, dokter Tirta memilih UGM sebagai tempat studinya.

Ketika mengajar di UGM sebagai dosen tamu, dia bertemu dengan Prof Iwan Dwiprahasto, seorang Guru Besar UGM. Dokter Tirta mendapatkan tawaran untuk melanjutkan pendidikan kedokteran S2 di Belanda dan Jerman oleh Profesor Iwan.

" Setelah selesai S1 Prof Iwan mau memberikan beasiswa ke Belanda dan Jerman Lewat Dokter Jarir, aku tolak karena pada waktu itu aku lebih ingin ke IGD, belum siap untuk keluar negeri untuk S2," ucap dokter Tirta dalam wawancaranya dengan Deddy Corbuzier di Youtube.

8 dari 8 halaman

Jadi Penyalur Bantuan dari Influencer

Dokter Tirta Menyalurkan Bantuan© Instagram :@dr.tirta

Dokter Tirta membantu para tenaga medis melawan penyebaran virus Corona. Dia mengoordinasikan semua sumbangan dari para influencer dan membuat program untuk menghambat penyebaran virus orona di Jakarta dan Indonesia. Pada awalnya, dia menggunakan dana pribadi untuk membantu tenaga medis.

“ Gue ga dikasi biaya, gue pake duit gue sendiri, dan tiba2 @kitabisacom akhirnya memutuskan bantu gue,” ungkapnya di Twitter.

Saat ini dokter Tirta melakukan beberapa program dalam melawan penyebaran virus corona, dibantu oleh para relawan dan mantan Presiden Mahasiswa UGM, Fatur.

“ Gue bergerak, 14-15 jam sehari. Kadang 20 jam. Capek. Tapi gue semangat. Ini sumpah gue. Selama angka infeksi Corona masih tinggi, gue ga akan berhenti berjuang” tekadnya.

Wah, luar biasa sekali perjuangannya. Semoga dokter Tirta dan teman – teman relawan diberikan kesehatan selalu ya, Sahabat Dream.

Beri Komentar